Teluk Betung Barat, 12 Januari 2026 —
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung Kelompok 1 dan Kelompok 2 Negeri Olok Gading melaksanakan kegiatan lokakarya program kerja pada Senin (12/1/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini menjadi forum pemaparan serta diskusi rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di wilayah Negeri Olok Gading, Kecamatan Teluk Betung Barat.
Lokakarya diawali dengan sambutan Koordinator Desa Kelompok 1 dan Koordinator Desa Kelompok 2, kemudian dilanjutkan sambutan dari Lurah Negeri Olok Gading, Syamsul Komar. Dalam sambutannya, Syamsul Komar menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN serta berharap program yang dirancang dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa KKN dapat menjalankan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan agar pelaksanaannya berjalan lancar,” ujarnya.
Kegiatan lokakarya dipandu oleh moderator Gustifar Bakhti dan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja dari masing-masing kelompok.
Koordinator Desa Kelompok 1 memaparkan sejumlah program unggulan, di antaranya Lensa Desa (Jejak Budaya Kehidupan Lokal) berupa pembuatan video informatif budaya lokal, sosialisasi anti-bullying dan confidence guide di SD 1 Olok Gading dan MI , pembuatan alat bakar sampah minim asap (rocket stove), donor darah gratis bekerja sama dengan PMI, serta penyusunan peta potensi desa.

Dalam sesi diskusi, peserta mengajukan pertanyaan terkait pengelolaan sampah menggunakan rocket stove, pelaksanaan donor darah, serta sasaran kegiatan sosialisasi. Menanggapi hal tersebut, perwakilan Kelompok 1 menjelaskan bahwa sebelum penggunaan rocket stove akan dilakukan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik kepada masyarakat.
“Sosialisasi pemilahan sampah menjadi tahap awal sebelum penggunaan rocket stove agar pengelolaan sampah dapat berjalan efektif,” jelasnya. Selanjutnya, Koordinator dan Wakil Koordinator Desa Kelompok 2 memaparkan program kerja yang berfokus pada lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut meliputi sosialisasi pemilahan sampah yang dikolaborasikan dengan rocket stove, dan dilanjut dengan pembuatan eco enzyme. reboisasi di wilayah rawan banjir dalam program mitigasi bencana, pemanfaatan lahan pekarangan untuk TOGA dan sayuran, digitalisasi UMKM, penyuluhan gizi serta pemeriksaan kesehatan lansia, serta sosialisasi perlindungan perempuan dan anak dengan sasaran siswa SMP dan warga setempat.
Menanggapi pertanyaan terkait eco enzyme, perwakilan Kelompok 2 menjelaskan bahwa bahan eco enzyme berasal dari limbah sayuran dan buah yang difermentasi.
“Eco enzyme dibuat dari limbah sayuran dan buah yang dicacah, kemudian difermentasi selama kurang lebih tiga bulan sebelum dapat dimanfaatkan,” ujarnya.
Melalui kegiatan lokakarya ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berharap seluruh program kerja yang telah dirancang dapat terlaksana secara terstruktur, terkoordinasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Negeri Olok Gading.
