


Mahasiswa Kelompok Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) dari tim Kupang Raya menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Stop Kekerasan” di Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di wilayah setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak usia dini serta guru dan orang tua tentang bahaya kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikis, serta cara mencegahnya sejak dini.
Dalam sosialisasi yang berlangsung meriah, mahasiswa menyampaikan materi melalui metode interaktif seperti cerita boneka, permainan edukatif, dan diskusi kelompok. Mereka menekankan pentingnya lingkungan aman bebas kekerasan, dengan slogan “Tangan Baik, Hati Baik, Indonesia Maju”. Anak-anak peserta antusias berpartisipasi, menggambar poster anti-kekerasan dan bernyanyi lagu tentang persahabatan.
Kepala sekolah setempat menyambut baik inisiatif ini, menyatakan bahwa sosialisasi Unila Kupang Raya memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter anak. Kegiatan ini juga melibatkan orang tua melalui sesi sharing pengalaman, memperkuat komitmen bersama dalam melindungi generasi muda dari segala bentuk kekerasan.
Dalam rangka memberdayakan masyarakat melalui pendidikan preventif, mahasiswa Kelompok Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) cabang Kupang Raya mengadakan sosialisasi “Stop Kekerasan” di sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-kanak (TK) pada akhir pekan lalu. Kegiatan ini menjadi bagian dari program KKN Unila yang fokus pada isu kekerasan terhadap anak, dengan tujuan membangun kesadaran kolektif di kalangan anak usia dini, pendidik, dan orang tua.
Sosialisasi dimulai dengan sambutan hangat dari koordinator tim KKN Kupang Raya, yang menyoroti data Kekerasan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mencatat ribuan kasus kekerasan anak setiap tahunnya. Mahasiswa kemudian memandu sesi edukatif menggunakan media atraktif seperti teater boneka dan kuis interaktif. Anak-anak belajar mengenali tanda-tanda kekerasan, cara melapor ke orang terpercaya, dan pentingnya saling menghormati. “Kami ingin anak-anak paham bahwa kekerasan bukan solusi, tapi cinta dan komunikasi yang baik adalah kuncinya,” ujar salah satu mahasiswa peserta.
Peserta kegiatan tak hanya anak-anak; guru dan orang tua turut dilibatkan dalam workshop terpisah. Mereka membahas strategi pengasuhan positif dan deteksi dini korban kekerasan. Di akhir acara, peserta menyematkan pin “Stop Kekerasan” sebagai simbol komitmen.
