Bandar Lampung, 19 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (UNILA) melaksanakan kegiatan pendataan dan pemetaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Kupang Kota sebagai bagian dari program kerja pembuatan peta digital dan peta fisik wilayah. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk menghimpun data UMKM yang potensial dan direkomendasikan oleh masing-masing Rukun Tetangga (RT) untuk dikembangkan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UNILA terlebih dahulu melakukan kunjungan ke setiap RT untuk berdiskusi dan meminta rekomendasi UMKM yang dinilai aktif serta memiliki potensi untuk dimasukkan ke dalam peta digital kelurahan. Pendekatan ini dilakukan agar data UMKM yang dikumpulkan benar-benar sesuai dengan kondisi dan pengetahuan masyarakat setempat.
Setelah memperoleh rekomendasi dari RT, mahasiswa KKN kemudian melakukan kunjungan langsung ke lokasi UMKM yang bersangkutan. Pada tahap ini, mahasiswa menyampaikan maksud dan tujuan pendataan, sekaligus meminta izin kepada pemilik usaha untuk mendokumentasikan lokasi rumah produksi, produk, serta aktivitas usaha. Dokumentasi ini akan digunakan sebagai bahan pendukung dalam penyusunan peta digital, peta fisik, serta sistem informasi yang tengah dikembangkan.
Dalam proses komunikasi dengan pelaku UMKM, mahasiswa KKN juga menawarkan beberapa bentuk pengembangan usaha, seperti pembuatan akun media sosial, penambahan lokasi usaha ke Google Maps, pencantuman dalam peta digital kelurahan, integrasi ke dalam chatbot informasi, serta pendampingan pendaftaran kemitraan layanan pesan antar daring seperti GoFood dan ShopeeFood.
Namun, berdasarkan hasil pendataan di lapangan, sebagian besar pelaku UMKM belum berminat untuk didaftarkan pada platform kemitraan daring. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan pemahaman terhadap teknologi, serta karakteristik usaha yang umumnya berupa rumah produksi atau pemasok (supplier) yang tidak berfokus pada penjualan langsung ke konsumen. Sebagian besar pelaku UMKM menyampaikan bahwa hasil produksi mereka biasanya diambil langsung oleh pedagang keliling atau pihak lain yang kemudian mendistribusikan produk tersebut.
Meskipun demikian, mayoritas pelaku UMKM menyambut baik inisiatif pencantuman lokasi usaha mereka ke dalam peta digital kelurahan dan Google Maps. Hal ini dinilai bermanfaat untuk memudahkan pihak luar yang ingin melakukan pemesanan secara langsung, serta membantu jasa pengiriman atau kurir dalam menemukan alamat rumah produksi dengan lebih mudah.
Kegiatan pendataan dan pemetaan UMKM ini dilakukan secara bertahap dan menyeluruh di 14 RT yang ada di Kelurahan Kupang Kota. Melalui program peta digital ini, mahasiswa KKN UNILA berharap dapat menyediakan basis data UMKM yang akurat dan mudah diakses, sehingga dapat menjadi sarana pendukung pengembangan ekonomi lokal serta referensi informasi bagi masyarakat dan pihak terkait di kemudian hari.
