

BANDAR LAMPUNG โ Pelataran warga di RT 10 Kelurahan Kupang Raya mendadak berubah menjadi galeri seni jalanan yang penuh warna pada Rabu 04 February 2026. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) menggelar kegiatan “Menggambar Bersama” sebagai wadah kreativitas bagi anak-anak setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang seni dan edukasi, yang dirancang untuk mengasah motorik halus serta imajinasi anak-anak di sela-sela kesibukan akademik mereka.
Menuangkan Imajinasi di Atas Kertas
Berbekal kertas gambar, krayon, dan pensil warna, puluhan anak dari berbagai usia tampak asyik memoleskan warna. Tidak ada batasan tema; ada yang menggambar pemandangan pegunungan, gedung-gedung perkotaan, hingga cita-cita mereka menjadi dokter atau polisi.
Mahasiswa KKN tidak hanya mengawasi, tetapi juga ikut serta mengajari teknik dasar mewarnai, seperti gradasi dan pencampuran warna. “Melalui menggambar, kita bisa melihat bagaimana cara pandang anak-anak terhadap lingkungannya. Ini adalah bentuk komunikasi non-verbal yang sangat jujur,” ujar salah satu mahasiswa KKN Unila yang mendampingi.
Lebih dari Sekadar Rekreasi
Bagi para mahasiswa, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyegaran (refreshing) agar anak-anak tidak merasa jenuh dengan rutinitas belajar formal. Selain itu, kegiatan menggambar bersama ini terbukti ampuh mempererat kedekatan emosional antara mahasiswa dan warga.
Gelak tawa pecah saat beberapa anak dengan bangga memamerkan hasil karya mereka yang penuh warna. Antusiasme ini menunjukkan bahwa ruang kreativitas sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang anak di lingkungan Kupang Raya.
Apresiasi dan Harapan
Ibu Siti, salah satu orang tua yang mendampingi, merasa senang dengan adanya variasi kegiatan ini. “Anak-anak jadi tidak main HP terus. Mereka lebih senang berkumpul dan berkreasi seperti ini. Hasil gambarnya pun nanti bisa mereka pajang di rumah sebagai kenang-kenangan dari kakak-kakak Unila,” pungkasnya.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama, di mana setiap anak mengangkat tinggi-tinggi hasil karya mereka sebagai simbol semangat dan mimpi yang mereka goreskan hari itu.
