Bandar Lampung, 25 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan kegiatan pengambilan dokumentasi visual di sejumlah titik strategis wilayah kelurahan sebagai bagian dari pelaksanaan program unggulan SIGAP (Sistem Informasi Geospasial & Peta). Kegiatan ini bertujuan untuk melengkapi data visual yang akan digunakan sebagai elemen pendukung dalam pembuatan peta digital dan peta fisik wilayah.

Pengambilan dokumentasi difokuskan pada berbagai objek penting di lingkungan kelurahan, di antaranya landmark wilayah, masjid dan musala, fasilitas kesehatan seperti Posyandu, serta fasilitas pemerintahan yang meliputi kantor kelurahan dan kantor kepolisian (Polda). Selain itu, mahasiswa KKN juga melakukan pemotretan terhadap sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sebelumnya belum terdokumentasi secara visual.
Kegiatan pemotretan ini dilakukan secara langsung di lapangan dengan memperhatikan sudut pengambilan gambar yang representatif dan informatif. Setiap foto diambil dengan tujuan agar dapat digunakan sebagai thumbnail atau penanda visual pada peta digital, sehingga memudahkan masyarakat dalam mengenali lokasi fasilitas umum dan UMKM secara cepat dan akurat.
Selain untuk peta digital, hasil dokumentasi visual ini juga akan digunakan dalam pembuatan peta fisik yang nantinya akan dipasang di lingkungan kelurahan. Dengan adanya peta fisik yang dilengkapi gambar lokasi, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah memahami tata letak wilayah serta mengenali fasilitas-fasilitas penting yang tersedia di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.
Program SIGAP yang dijalankan oleh mahasiswa KKN Universitas Lampung ini tidak hanya berfokus pada pemetaan lokasi secara spasial, tetapi juga mengedepankan aspek visual sebagai sarana informasi yang ramah dan mudah dipahami oleh masyarakat. Dokumentasi visual menjadi bagian penting dalam mendukung sistem informasi wilayah yang lebih modern, transparan, dan informatif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap peta digital dan peta fisik yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, pemerintah kelurahan, serta pihak terkait lainnya dalam mendukung pelayanan publik, promosi UMKM, dan pengembangan wilayah ke depannya.
