Jumat, 9 Januari 2026 – Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan lingkungan desa, kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung Kec. Labuhan Ratu Kel. Labuhan Ratu melaksanakan aksi cepat tanggap bencana bersama warga setempat dan pihak yang terlibat.
Kegiatan ini difokuskan pada perbaikan tanggul tembok di bantaran kali desa yang mengalami keruntuhan (rubuh) akibat terjangan arus air saat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada hari sebelumnya. Kerusakan tanggul ini sempat dikhawatirkan warga karena berpotensi memicu luapan air yang lebih luas ke area pemukiman jika tidak segera ditangani.
Tidak hanya bersama warga, aksi sigap ini juga melibatkan koordinasi dengan petugas lapangan setempat. Material bangunan seperti pasir dan semen disiapkan secara swadaya dan gotong royong guna memastikan tanggul dapat berdiri kokoh sebelum puncak musim penghujan tiba.

Pantauan di lokasi menunjukkan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Dengan peralatan seadanya seperti cangkul, ember, dan sekop, mahasiswa KKN bersama warga bahu-membahu mengangkut material pasir dan batu untuk menyusun kembali dinding penahan air yang jebol.​
Kehadiran mahasiswa di tengah kondisi darurat ini bukan hanya sekadar membantu tenaga, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi warga yang terdampak kekhawatiran akan luapan air sungai.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Kec. Labuhan Ratu, Yosep Oriol Busa, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan inisiatif spontanitas sekaligus program kerja tambahan melihat kondisi darurat di lapangan.​”Kami melihat tanggul yang rubuh ini cukup krusial bagi warga. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk turun langsung membantu tenaga agar proses perbaikan bisa lebih cepat selesai sebelum hujan berikutnya turun,” ujarnya di sela-sela kegiatan.​
Warga setempat menyambut baik kehadiran mahasiswa. Sinergi antara tenaga muda mahasiswa dengan pengalaman warga lokal menciptakan suasana gotong royong yang sangat kental, mencerminkan nilai pengabdian masyarakat yang sesungguhnya.
​Melalui aksi “Sigap Tanggap Bencana” ini, sebagian besar titik kerusakan pada tanggul telah berhasil ditangani secara darurat. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir risiko banjir yang dapat merugikan pemukiman warga di sekitar bantaran kali.​
Kegiatan ini membuktikan bahwa program KKN bukan hanya tentang program kerja formal di atas kertas, melainkan tentang sensitivitas terhadap permasalahan nyata yang dihadapi oleh masyarakat di lapangan.
