Desa Purwodadi Simpang, Lampung Selatan – Selasa, 13 Januari 2026 menjadi hari yang sangat penting bagi mahasiswa KKN Universitas Lampung Periode 1 Tahun 2026 di Desa Purwodadi Simpang. Pada hari keenam pelaksanaan KKN ini, mahasiswa mengadakan lokakarya untuk memaparkan program kerja yang telah dirancang berdasarkan hasil observasi dan survei selama beberapa hari sebelumnya. Lokakarya ini menjadi momentum strategis untuk membangun kesepahaman dan kesepakatan antara mahasiswa dengan pihak desa, sehingga program kerja dapat dilaksanakan secara maksimal dan tepat sasaran.
Acara lokakarya berlangsung di balai desa dengan dihadiri oleh berbagai pihak yang menjadi stakeholder penting di Desa Purwodadi Simpang. Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa, Sekretaris Desa, para Kepala Dusun, kader-kader desa, Babinsa, Ketua Karang Taruna, aparatur desa lainnya, serta perwakilan warga dari berbagai dusun. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme dan dukungan tinggi terhadap program KKN yang akan dijalankan oleh mahasiswa. Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa untuk menyusun program kerja berbasis kebutuhan masyarakat. Beliau berharap program yang akan dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kemajuan desa.
Mahasiswa kemudian memaparkan berbagai program kerja yang telah dirancang, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap program dijelaskan secara rinci mulai dari latar belakang, tujuan, metode pelaksanaan, hingga target capaian yang diharapkan. Pemaparan dilakukan dengan menggunakan media presentasi yang jelas dan mudah dipahami, sehingga para hadirin dapat mengikuti penjelasan dengan baik. Suasana lokakarya sangat interaktif dan kondusif untuk berdiskusi. Setelah pemaparan selesai, sesi tanya jawab dan diskusi dibuka untuk memberikan kesempatan kepada para undangan menyampaikan pertanyaan, tanggapan, dan masukan. Para tamu undangan memberikan berbagai pertanyaan seputar teknis pelaksanaan program, waktu yang dibutuhkan, sumber daya yang tersedia, serta keberlanjutan program setelah KKN berakhir. Mahasiswa menjawab setiap pertanyaan dengan baik dan mencatat semua masukan yang diberikan.
Masukan-masukan yang disampaikan oleh aparatur desa dan warga sangat berharga bagi mahasiswa. Beberapa kepala dusun memberikan saran terkait program yang paling dibutuhkan di wilayahnya, sementara kader-kader desa menawarkan bantuan dalam mobilisasi masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program. Ketua Karang Taruna juga menyampaikan kesiapan pemuda desa untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda. Babinsa memberikan dukungan penuh dan menawarkan koordinasi jika ada program yang memerlukan sinergi dengan pihak keamanan. Dari diskusi yang berlangsung, tercipta kesepakatan bersama mengenai program-program prioritas yang akan dilaksanakan terlebih dahulu, jadwal pelaksanaan, serta pembagian tugas antara mahasiswa dan pihak desa. Kesepakatan ini menjadi landasan penting untuk memastikan bahwa program KKN tidak berjalan sendiri, tetapi merupakan hasil kolaborasi yang solid antara mahasiswa dan masyarakat.
Acara lokakarya ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan dan foto bersama seluruh peserta. Mahasiswa merasa sangat terbantu dengan masukan dan dukungan yang diberikan oleh seluruh pihak. Lokakarya ini tidak hanya menghasilkan kesepakatan formal, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan program-program yang bermanfaat bagi kemajuan Desa Purwodadi Simpang. Hari keenam KKN ini menjadi titik balik yang menandai dimulainya fase implementasi program kerja dengan landasan yang kuat dan dukungan penuh dari masyarakat. Dengan semangat pengabdian yang tinggi dan kolaborasi yang solid, mahasiswa KKN Universitas Lampung siap menjalankan setiap program dengan sebaik-baiknya untuk memberikan kontribusi nyata bagi desa.
