
Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, turut serta menghadiri dan mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh masyarakat setempat pada Jumat malam, 16 Januari 2026.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj tersebut dilaksanakan setelah salat Isya, sekitar pukul 19.30 WIB, dan bertempat di dua lokasi berbeda, yakni Dusun 4A dan Dusun 4B Desa Serdang. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting dalam mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat, sekaligus sebagai bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam kehidupan sosial dan keagamaan di desa tempat mereka mengabdi.

Untuk memastikan kehadiran mahasiswa dapat merata di setiap dusun, tim KKN membagi diri menjadi dua kelompok. Sebanyak tujuh mahasiswa ditugaskan menghadiri acara di Dusun 4A, sementara delapan mahasiswa lainnya menghadiri peringatan Isra Mi’raj di Dusun 4B. Pembagian tersebut dilakukan sebagai wujud komitmen mahasiswa KKN untuk terlibat langsung dan mendukung setiap kegiatan masyarakat secara menyeluruh.
Rangkaian acara peringatan Isra Mi’raj di kedua dusun berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan ketertiban. Acara diawali dengan lantunan shalawat Nabi Muhammad SAW yang diiringi oleh kesenian hadroh atau rebana. Iringan rebana yang harmonis berpadu dengan suara shalawat menciptakan suasana religius yang mendalam dan menambah semarak peringatan Isra Mi’raj malam itu. Jamaah yang hadir tampak larut dalam suasana penuh ketenangan dan kebersamaan.

Setelah pembacaan shalawat, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT serta sebagai harapan agar seluruh masyarakat Desa Serdang senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan kekuatan iman. Selain itu, doa juga menjadi pengingat agar nilai-nilai luhur dari peristiwa Isra Mi’raj dapat terus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai acara inti, peringatan Isra Mi’raj diisi dengan tausiyah atau ceramah keagamaan yang disampaikan oleh ustaz. Dalam ceramahnya, ustaz menjelaskan secara mendalam makna perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj, khususnya mengenai perintah salat lima waktu sebagai bentuk komunikasi langsung antara hamba dan Sang Pencipta. Jamaah diajak untuk menjadikan salat tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai kebutuhan spiritual yang mampu membentuk pribadi yang lebih disiplin, sabar, dan berakhlak mulia.

Mahasiswa KKN yang hadir mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias dan sikap hormat. Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya sebagai tamu, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut merasakan nilai-nilai kebersamaan dalam kegiatan keagamaan tersebut. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan warga selama acara berlangsung menciptakan suasana yang hangat dan akrab, mencerminkan semangat gotong royong dan kekeluargaan yang masih kuat di Desa Serdang.
Partisipasi mahasiswa KKN dalam kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung tentang kehidupan sosial, budaya, dan religius masyarakat desa. Sementara bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa KKN menjadi bentuk dukungan dan kepedulian generasi muda terhadap kegiatan keagamaan yang telah menjadi tradisi turun-temurun.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 2026 berkomitmen untuk terus terlibat aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan selama masa pengabdian di Desa Serdang. Peringatan Isra Mi’raj ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan semata, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan nilai spiritual, serta mempererat hubungan harmonis antara mahasiswa dan masyarakat Desa Serdang.
