Pringsewu, 24 Januari 2026 — Di balik sejuknya udara dan lembapnya kumbung sederhana di Pekon Sinarwaya, tumbuh sesuatu yang lebih dari sekadar jamur tiram. Di sana, harapan pelaku UMKM perlahan bertunas putih, bersih, dan penuh potensi. Melalui program OK-UMKM (Optimalisasi Kapasitas UMKM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung hadir membersamai para pelaku usaha jamur tiram dalam perjalanan menguatkan usaha dan mimpi mereka.

UMKM budidaya jamur tiram di Pekon Sinarwaya memiliki peluang besar untuk berkembang. Proses budidaya yang relatif sederhana, bahan baku yang mudah didapat, serta permintaan pasar yang stabil menjadikan jamur tiram sebagai komoditas yang menjanjikan. Namun, di balik peluang tersebut, masih terdapat tantangan seperti keterbatasan pengetahuan teknis, manajemen produksi, pengemasan, hingga pemasaran.
Melalui program OK-UMKM, mahasiswa KKN Unila berupaya menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan yang partisipatif dan berkelanjutan. Kegiatan dimulai dari pendampingan proses budidaya jamur tiram, seperti pengelolaan kumbung, perawatan baglog, hingga pengendalian kelembapan dan kebersihan agar hasil panen lebih optimal. Pendampingan ini dilakukan secara langsung bersama pelaku UMKM, menciptakan ruang belajar dua arah yang hangat dan saling menguatkan.
Tidak berhenti pada proses produksi, program OK-UMKM juga menyentuh aspek pengemasan dan pemasaran. Mahasiswa membantu pelaku UMKM memahami pentingnya kemasan yang menarik dan higienis, serta memperkenalkan strategi pemasaran sederhana, termasuk pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Dari jamur tiram segar hingga olahan sederhana, nilai tambah mulai tumbuh bersama kepercayaan diri pelaku usaha.
Lebih dari sekadar program kerja, OK-UMKM menjadi kisah kolaborasi. Mahasiswa belajar tentang ketekunan dan kesabaran dari para petani jamur, sementara pelaku UMKM mendapatkan semangat baru untuk terus berkembang. Di setiap tudung jamur tiram yang mekar, tersimpan doa dan harapan akan masa depan usaha yang lebih baik.

Program OK-UMKM di Pekon Sinarwaya membuktikan bahwa pemberdayaan UMKM bukan hanya soal peningkatan kapasitas ekonomi, tetapi juga tentang merawat harapan. Dari kumbung sederhana di sudut pekon, jamur tiram tumbuh dan bersama mereka, mimpi masyarakat Sinarwaya pun ikut menguat.
