Bandar Lampung, Selasa, 27 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat pada Selasa, 27 Januari 2026, yang terpusat di wilayah RT 04 Lingkungan 01, Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian. Kegiatan ini meliputi pelaksanaan Selasa Bersih serta wawancara dan pendataan UMKM lokal sebagai bagian dari program pemberdayaan lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan Selasa Bersih dilaksanakan di Jalan Abdil Hamid, tepatnya di samping Apotek Kedamaian. Kegiatan ini merupakan hasil koordinasi antara mahasiswa KKN dengan Bapak/Ibu Ketua RT, unsur Linmas, serta masyarakat setempat. Sejak pagi hari, mahasiswa KKN bersama Linmas dan warga sekitar bergotong royong membersihkan area jalan dari sampah, rumput liar, serta material yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pola hidup sehat dan berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan Selasa Bersih didokumentasikan dan selanjutnya disampaikan melalui grup komunikasi Linmas sebagai bentuk laporan dan transparansi kegiatan.
Setelah kegiatan kebersihan lingkungan selesai, mahasiswa KKN melanjutkan agenda dengan melakukan wawancara dan pendataan UMKM lokal, yaitu Abyan Coffee, salah satu pelaku usaha yang berkembang di wilayah Kelurahan Kedamaian. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pengumpulan data untuk penyusunan katalog UMKM Desa Kedamaian serta mendukung program “UMKM Bangkit Kedamaian”.
Abyan Coffee merupakan usaha kedai kopi yang dikelola secara mandiri oleh pemilik usaha lokal dan telah beroperasi hampir 1 tahun terakhir. Usaha ini beralamat di wilayah Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, dan beroperasi setiap hari dengan jam operasional yang menyesuaikan aktivitas pelanggan, khususnya pada sore hingga malam hari. Kehadiran Abyan Coffee tidak hanya berfungsi sebagai tempat usaha, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat sekitar, khususnya generasi muda.
Produk yang ditawarkan oleh Abyan Coffee beragam, mulai dari berbagai varian minuman kopi berbasis espresso, kopi susu dengan selera pasar lokal. Setiap produk diracik menggunakan bahan baku pilihan dengan cita rasa khas, serta disajikan dengan kemasan yang menarik dan higienis. Abyan Coffee juga menyediakan beberapa varian rasa, dengan ketersediaan produk yang diproduksi secara rutin sesuai permintaan konsumen. Standar kualitas produk dijaga melalui konsistensi bahan dan proses penyajian yang bersih dan terkontrol.
Dari sisi harga, produk Abyan Coffee ditawarkan dengan harga yang terjangkau dan kompetitif, sehingga dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Dalam hal pemasaran, Abyan Coffee memanfaatkan penjualan langsung di lokasi usaha serta aktif menggunakan media sosial sebagai sarana promosi. Platform seperti Instagram dan WhatsApp digunakan untuk memperkenalkan produk, menginformasikan promo, serta menjangkau konsumen yang lebih luas. Cakupan pemasaran Abyan Coffee saat ini masih bersifat lokal, namun memiliki potensi untuk dikembangkan ke tingkat yang lebih luas melalui strategi promosi digital yang lebih terstruktur. Target pasar utama usaha ini adalah remaja dan dewasa muda yang memiliki minat terhadap produk kopi dan tempat nongkrong yang nyaman.
Kontak usaha Abyan Coffee dapat dihubungi melalui pemilik atau penanggung jawab usaha yang sekaligus menjadi kontak utama pemesanan dan kerja sama. Informasi kontak, media sosial, serta dokumentasi produk dan kegiatan usaha telah dikumpulkan oleh mahasiswa KKN sebagai bagian dari proses pendataan UMKM. Dokumentasi yang dilakukan meliputi foto produk, proses penyajian, suasana kedai, serta pemilik usaha sebagai bahan pendukung profil UMKM.
Melalui kegiatan Selasa Bersih dan wawancara UMKM ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berharap dapat berkontribusi secara nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta mendorong penguatan ekonomi lokal di Kelurahan Kedamaian. Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara mahasiswa, perangkat lingkungan, dan masyarakat dalam membangun desa yang berdaya, mandiri, dan berkelanjutan.
,
