Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan silaturahmi dan diskusi bersama para Ketua RT di Kelurahan Rajabasa Jaya sebagai langkah awal pemetaan kondisi wilayah serta perencanaan program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Kegiatan ini melibatkan RT 03, RT 05, dan RT 08 Lingkungan 1, dengan fokus pada isu pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau (RTH), mitigasi bencana, pemberdayaan UMKM, pencegahan stunting, serta perlindungan anak dan perempuan.
Dalam diskusi bersama Ketua RT 03, diperoleh informasi bahwa sistem pengelolaan sampah sudah bekerja sama dengan pihak lingkungan setempat. Sampah diangkut secara rutin sebanyak tiga kali dalam seminggu dan langsung dibawa ke Bakung. Namun, masih ditemukan permasalahan sampah yang menumpuk di area irigasi, yang diduga berasal dari pendatang.
Terkait ruang terbuka hijau, warga RT 03 mengharapkan adanya penanaman tanaman produktif seperti alpukat yang memiliki nilai jual sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan. Di sektor ekonomi, tercatat terdapat sekitar 10 UMKM berupa warung kecil. Untuk isu kesehatan, terdapat satu kasus stunting di wilayah RT 03, dan telah tersedia kader posyandu yang aktif melakukan pendampingan.

Kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi ke Ketua RT 05. Pada wilayah ini, pengelolaan sampah dilakukan oleh petugas SOKLI yang memungut sampah langsung di depan rumah warga sebanyak dua kali dalam seminggu. Sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan perkotaan, direncanakan program revitalisasi lapangan voli di Lingkungan 1.
Pada bidang mitigasi bencana dan RTH, mahasiswa KKN merencanakan penanaman jahe sebagai tanaman obat keluarga. Bibit jahe akan disediakan oleh mahasiswa, dengan metode penanaman menggunakan polybag. Hal ini disarankan oleh pihak RT karena tidak semua rumah warga memiliki lahan tanah di bagian depan rumah.
Dalam pengembangan dan pemberdayaan UMKM, RT 05 memiliki potensi yang cukup besar, antara lain usaha roti, peyek, tapai, seblak, dan minuman es. Program yang direncanakan adalah sosialisasi pemasaran UMKM dengan menghadirkan narasumber dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila), yang rencananya akan dilaksanakan di balai kelurahan.
Pada aspek kesehatan, tidak ditemukan kasus stunting di RT 05. Posyandu aktif dilaksanakan sebulan sekali dan pada bulan ini telah dilaksanakan pada pagi hari yang sama. Jumlah balita diperkirakan lebih dari sepuluh anak, dengan sekitar tiga ibu hamil. Terdapat dua anak kembar yang mengalami kesulitan kenaikan berat badan, namun belum masuk kategori stunting dan telah mendapatkan bantuan makanan bergizi. Program kerja yang direncanakan adalah sosialisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita, yang pelaksanaannya direncanakan di balai kelurahan.
Selain itu, program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak akan difokuskan pada pencegahan perundungan fisik dan verbal pada anak. Meskipun tidak terdapat sekolah dasar di RT 05, kegiatan sosialisasi direncanakan menyasar sekolah di RT 04 dan RT 02 Lingkungan 1.
Mahasiswa KKN juga berencana mengintegrasikan program tambahan dengan kegiatan rutin warga, seperti senam bersama, kerja bakti, dan peringatan hari besar keagamaan seperti Isra Mi’raj. Salah satu inovasi yang direncanakan adalah pemeriksaan tekanan darah sebelum kegiatan senam. Senam sudah rutin dilaksanakan setiap Sabtu pagi di Klinik Mitra dengan peserta mayoritas ibu-ibu dan lansia dari RT 05, serta Sabtu sore di RT 01 yang diikuti oleh warga se-Kelurahan Rajabasa Jaya.
Kegiatan silaturahmi juga dilakukan dengan Ketua RT 08. Dalam bidang UMKM, di RT 08 terdapat satu pelaku usaha yang aktif mengikuti kegiatan pasar murah di Jalan Gatot Subroto dengan usaha peyek yang juga didistribusikan ke warung-warung sekitar.
Untuk isu stunting, tidak ditemukan kasus stunting di RT 08. Tercatat satu ibu hamil yang melaporkan terkait pemberian makanan bergizi, 18 balita, 114 kepala keluarga, dan total 265 jiwa. Program sosialisasi pencegahan stunting tetap direncanakan sebagai langkah promotif dan preventif.
Melalui rangkaian silaturahmi dan diskusi ini, mahasiswa KKN memperoleh gambaran kondisi sosial, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan di masing-masing RT. Hasil pemetaan ini menjadi dasar penyusunan program kerja yang diharapkan tepat sasaran, berkelanjutan, serta sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat Kelurahan Rajabasa Jaya.
