
Desa Pemanggilan, Senin (26/01) — Pagi hari di posko KKN Desa Pemanggilan terasa lebih sibuk dari biasanya. Mahasiswa KKN tampak hilir mudik mempersiapkan kegiatan pemanenan kombucha, hasil fermentasi yang telah melalui proses selama kurang lebih satu minggu. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja ketahanan pangan, yang berfokus pada pemanfaatan bahan alami dan tanaman obat keluarga (TOGA).
Sejak pagi, mahasiswa mulai melakukan berbagai persiapan dengan penuh ketelitian. Dimulai dari penempelan stiker nama produk pada botol kombucha, penyiapan botol kemasan, hingga meracik dan membersihkan bahan herbal alami seperti jahe dan serai. Tanaman herbal tersebut nantinya akan menjadi campuran kombucha, memberikan cita rasa khas sekaligus menambah manfaat kesehatan bagi masyarakat.
Suasana persiapan berlangsung hangat dan penuh semangat. Setiap mahasiswa memiliki peran masing-masing, saling bekerja sama agar kegiatan dapat berjalan lancar. Kombucha yang sebelumnya difermentasi dengan sabar kini siap dipanen dan diperkenalkan kepada masyarakat sebagai minuman sehat berbasis kearifan lokal.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB dan dihadiri oleh sekitar 18 orang warga, sebagian besar ibu-ibu yang menunjukkan antusiasme tinggi. Proses pemanenan dilakukan dengan memindahkan kombucha hasil fermentasi ke dalam botol-botol kemasan yang telah diisi potongan jahe dan serai. Proses ini tidak hanya menjadi ajang praktik langsung, tetapi juga sarana edukasi mengenai pangan fermentasi dan manfaatnya bagi kesehatan.
Setelah pemanenan selesai, kombucha yang telah dikemas dibagikan langsung kepada ibu-ibu yang hadir. Warga tampak senang menerima hasil panen tersebut, sekaligus bangga melihat potensi bahan sederhana di sekitar mereka dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, mengabadikan momen panen perdana kombucha sebagai salah satu pencapaian program KKN di Desa Pemanggilan. Setelah itu, peserta pun kembali ke rumah masing-masing.

Menjelang sore, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan pengabdian dengan mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Kegiatan mengajar ini diisi dengan pembelajaran membaca Al-Qur’an, doa-doa harian, serta pembinaan akhlak anak-anak. Suasana TPA berlangsung hangat dan penuh keceriaan, di mana mahasiswa berinteraksi langsung dengan anak-anak dan membantu proses belajar mereka dengan pendekatan yang menyenangkan.

Pada malam harinya, seluruh anggota KKN kembali berkumpul di posko untuk melaksanakan diskusi internal kelompok. Diskusi tersebut membahas evaluasi kegiatan pemanenan kombucha, kegiatan mengajar di TPA, serta persiapan program kerja lanjutan yang masih berkaitan dengan ketahanan pangan dan pengabdian masyarakat. Diskusi berlangsung dengan suasana santai namun penuh ide dan semangat, sebagai bekal untuk menjalankan kegiatan selanjutnya dengan lebih baik.
Rangkaian kegiatan hari ini menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa KKN tidak hanya berfokus pada satu bidang, tetapi mencakup pangan, kesehatan, dan pendidikan. Melalui langkah-langkah sederhana namun bermakna, mahasiswa dan masyarakat Desa Pemanggilan bersama-sama membangun kemandirian dan kebersamaan menuju desa yang lebih berdaya.
