Pringsewu, 29 Januari 2026 — Budaya daerah merupakan identitas yang mencerminkan nilai, sejarah, dan kearifan lokal suatu masyarakat. Di Provinsi Lampung, salah satu tradisi adat yang masih lestari hingga kini adalah Buhara, yaitu iring-iringan adat yang biasa digelar dalam berbagai kegiatan adat maupun sosial masyarakat. Tradisi ini tidak hanya memiliki makna seremonial, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap adat istiadat Lampung.

Dalam pelaksanaannya, rangkaian Buhara melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh adat, pemuda, dan warga setempat. Menariknya, partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda, khususnya kalangan akademisi, memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.
Mahasiswa yang mengikuti rangkaian Buhara tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kegiatan adat, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Keterlibatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami nilai-nilai budaya Lampung secara langsung, seperti gotong royong, rasa hormat, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, keikutsertaan mahasiswa dalam Buhara juga menjadi media integrasi sosial. Mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat, membangun komunikasi yang harmonis, serta mempererat hubungan sosial tanpa sekat usia maupun latar belakang. Hal ini menciptakan suasana kebersamaan yang memperkuat solidaritas antara mahasiswa dan warga setempat.
Partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan adat seperti Buhara juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab tokoh adat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda. Dengan terjun langsung ke tengah masyarakat, mahasiswa turut menjadi agen pelestari budaya sekaligus penggerak sosial yang membawa nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui rangkaian Buhara, mahasiswa tidak hanya belajar tentang budaya Lampung, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilestarikan dan menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat dan mahasiswa dalam menjaga identitas budaya serta memperkuat kehidupan sosial yang harmonis.
