Kegiatan gotong royong pembersihan endapan tanah di selokan pasca banjir di Kelurahan Penengahan merupakan salah satu bentuk respons masyarakat terhadap dampak bencana banjir yang mengakibatkan terganggunya fungsi lingkungan dan sistem drainase. Endapan tanah, lumpur, serta material sisa banjir yang menumpuk di selokan berpotensi menghambat aliran air, menurunkan kualitas lingkungan, serta meningkatkan risiko terjadinya banjir ulang apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemulihan lingkungan secara terpadu melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Dalam konteks tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) turut berperan aktif dengan terlibat langsung dalam kegiatan gotong royong bersama masyarakat Kelurahan Penengahan. Partisipasi mahasiswa KKN Unila tidak hanya diwujudkan melalui kontribusi tenaga dalam membersihkan endapan tanah di selokan, tetapi juga melalui keterlibatan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan, seperti membantu mengorganisasi warga, menyiapkan peralatan kerja, serta mendukung kelancaran kegiatan di lapangan. Kehadiran mahasiswa memberikan tambahan sumber daya manusia yang signifikan sehingga kegiatan pembersihan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Selain itu, mahasiswa KKN Unila juga berperan dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan saluran drainase sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir. Melalui pendekatan persuasif dan partisipatif, mahasiswa mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan dampak buruk penumpukan sampah dan sedimentasi di selokan terhadap lingkungan dan kesehatan. Edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan perilaku kolektif yang lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan gotong royong ini juga mencerminkan nilai-nilai sosial yang kuat, seperti kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian antarwarga, yang menjadi modal sosial penting dalam menghadapi dan memulihkan dampak bencana. Sinergi antara masyarakat dan mahasiswa KKN Unila menunjukkan bahwa kolaborasi lintas kelompok dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam merespons permasalahan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.
Partisipasi mahasiswa KKN Unila dalam kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, tetapi juga mengembangkan kepekaan sosial serta rasa tanggung jawab terhadap permasalahan lingkungan dan kebencanaan. Dengan demikian, kegiatan gotong royong pembersihan endapan tanah di selokan pasca banjir di Kelurahan Penengahan diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang, baik bagi keberlanjutan lingkungan maupun bagi penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat.
