

Pada Selasa, 6 Januari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan pra-KKN berupa kunjungan awal dan survei lapangan di Kelurahan Panjang Selatan. Setibanya di lokasi, mahasiswa KKN disambut langsung oleh Lurah Panjang Selatan, Bapak Hermawan, yang memberikan arahan awal serta gambaran umum kondisi wilayah sebagai dasar perencanaan program kerja KKN.
Kelurahan Panjang Selatan memiliki jumlah penduduk yang bersifat majemuk dengan total hampir 12.000 jiwa dan luas wilayah sekitar 111 hektare. Secara administratif, wilayah ini terbagi ke dalam 3 lingkungan, masing-masing dikepalai oleh seorang kepala lingkungan. Lingkungan 1 terdiri atas 13 RT, Lingkungan 2 terdiri atas 13 RT, dan Lingkungan 3 terdiri atas 11 RT, dengan karakteristik wilayah yang berbeda-beda. Setiap RT pada umumnya memiliki dua gang sebagai akses lingkungan permukiman.
Dari aspek geografis, Kelurahan Panjang Selatan memiliki potensi alam yang beragam karena wilayahnya mencakup area pegunungan dan pesisir laut. Beberapa RT, yaitu RT 12, 9, 8, 5, 13, 10, dan 11, berada di kawasan pesisir. Selain itu, terdapat aliran sungai yang berada di wilayah Lingkungan 3. Kondisi geografis tersebut menjadikan Kelurahan Panjang Selatan sebagai wilayah yang rawan bencana, khususnya banjir dan longsor, sehingga lurah menekankan pentingnya program KKN yang berorientasi pada edukasi dan kesiapsiagaan bencana.
Mata pencaharian masyarakat di Kelurahan Panjang Selatan didominasi oleh buruh pabrik dan buruh harian lepas, dengan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap sektor informal. Dari sisi sosial budaya, masyarakat Panjang Selatan bersifat heterogen, terdiri dari berbagai suku dan agama, serta memiliki tradisi sosial yang masih aktif, seperti kegiatan gotong royong rutin setiap hari Jumat.
Dalam aspek kelembagaan dan keamanan lingkungan, kegiatan KKN nantinya akan didampingi oleh Linmas, khususnya dalam pengelolaan posko. Namun demikian, kelurahan belum memiliki denah wilayah yang terdokumentasi secara resmi, sehingga pemetaan wilayah menjadi salah satu tantangan awal dalam pelaksanaan program. Pada tanggal 10 Januari direncanakan akan dilaksanakan Festival UMKM, yang dapat menjadi momentum strategis bagi mahasiswa KKN untuk berkontribusi dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
Terkait perencanaan program kerja, lurah menyampaikan bahwa program bank sampah tidak disarankan karena keterbatasan lahan dan sulitnya menjangkau partisipasi masyarakat secara menyeluruh. Sebagai alternatif, lurah menganjurkan program pengelolaan sampah yang lebih aplikatif dan bernilai guna. Selain itu, lurah menegaskan bahwa program kerja KKN tidak perlu terlalu kompleks atau ambisius, tetapi harus realistis, kontekstual, dan memberikan kesan positif bagi masyarakat. Program kerja KKN tahun sebelumnya tercatat masih berjalan sekitar 45%, terutama pada bidang digitalisasi dan ecobrick, yang dapat menjadi referensi pengembangan program lanjutan.
Lurah juga memberikan saran program kerja tambahan yang perlu dikonsultasikan lebih lanjut dengan RT 2, Bapak Jai, sebagai tokoh masyarakat setempat. Dari sisi pertanian, potensi yang dinilai paling memungkinkan untuk dikembangkan di Kelurahan Panjang Selatan adalah pertanian vertikal (vertical garden), mengingat keterbatasan lahan dan karakteristik permukiman warga.
Secara keseluruhan, kegiatan pra-KKN ini memberikan gambaran awal mengenai kondisi geografis, sosial, ekonomi, serta potensi dan permasalahan yang ada di Kelurahan Panjang Selatan, yang akan menjadi dasar dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja KKN agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
