
Gedung Harapan, 24 Januari 2026 – Pada hari ke-17 pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa melaksanakan program kerja MP-ASI dan pencegahan stunting yang menjadi salah satu program unggulan di bidang kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat dan bergizi bagi tumbuh kembang anak.
Kegiatan diawali dengan pembukaan acara, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi sosialisasi mengenai apa itu MP-ASI serta peran pentingnya dalam mencegah stunting pada anak. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman dasar mengenai waktu yang tepat dalam pemberian MP-ASI serta dampak positif MP-ASI yang sesuai terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan otak bayi.
Selanjutnya, disampaikan pula materi mengenai tahapan tekstur makanan yang harus disesuaikan dengan usia bayi. Penjelasan ini meliputi perbedaan tekstur makanan untuk bayi usia 6–8 bulan, 9–12 bulan, hingga usia 12 bulan ke atas. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami dan dapat diterapkan langsung oleh para ibu dalam kehidupan sehari-hari.
Program kerja ini juga menekankan pentingnya memastikan menu MP-ASI memiliki nilai gizi yang tepat, aman dikonsumsi, serta menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu menyiapkan MP-ASI secara mandiri tanpa harus bergantung pada makanan instan.
Setelah sesi sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik demo memasak MP-ASI. Pada sesi ini, mahasiswa KKN bersama peserta mempraktikkan secara langsung proses pengolahan MP-ASI yang benar, mulai dari pemilihan bahan, cara memasak, hingga penyajian makanan sesuai dengan usia bayi.

Menu pertama yang dibuat ditujukan untuk bayi usia 6–8 bulan, yaitu bubur nasi dengan wortel dan ayam yang dihaluskan. Menu ini memiliki tekstur lembut yang sesuai dengan kemampuan cerna bayi pada usia tersebut serta mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin yang dibutuhkan untuk pertumbuhan awal.
Menu kedua diperuntukkan bagi bayi usia 9–12 bulan, berupa nasi dengan brokoli dan ikan. Pada usia ini, tekstur makanan dibuat sedikit lebih kasar dibandingkan menu sebelumnya, sehingga dapat melatih kemampuan mengunyah bayi. Kandungan protein dari ikan serta vitamin dan mineral dari brokoli menjadikan menu ini kaya gizi dan seimbang.
Sementara itu, untuk anak usia 12 bulan ke atas, dibuat menu nugget sehat berbahan bayam, daging ayam, dan wortel. Menu ini dirancang agar lebih menarik bagi anak sekaligus tetap memenuhi kebutuhan gizi harian, khususnya protein, zat besi, dan vitamin.
Seluruh menu yang telah dimasak kemudian dicicipi bersama untuk memastikan rasa, tekstur, serta kandungan gizinya sesuai dan aman dikonsumsi oleh anak. Kegiatan ini juga menjadi sarana diskusi antara mahasiswa KKN dan para ibu mengenai variasi menu MP-ASI yang dapat dikembangkan di rumah.

Selama kegiatan berlangsung, ibu-ibu Desa Gedung Harapan terlihat sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap rangkaian acara. Melalui program kerja ini, diharapkan pengetahuan masyarakat mengenai MP-ASI dan pencegahan stunting semakin meningkat, sehingga dapat mendukung terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas di Desa Gedung Harapan.
