Sabah Balau, 27 Januari 2026 – Pada hari ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan salah satu program kerja, yaitu PANDAWA (Pengembangan dan Digitalisasi UMKM) yang dilaksanakan di seluruh dusun di Desa Sabah Balau. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital agar pelaku usaha mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan sistem perdagangan modern. Kegiatan ini merupakan upaya nyata mahasiswa KKN dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa.
Untuk memastikan kegiatan sosialisasi dapat terlaksana secara merata dan menjangkau seluruh pelaku UMKM, mahasiswa KKN membagi pelaksanaan kegiatan ke dalam tiga tim. Tim pertama melaksanakan kegiatan di Dusun 1A, 1B, dan 1C, tim kedua di Dusun 2A dan 2B, serta tim ketiga di Dusun 3A dan 3B. Pembagian tim tersebut dilakukan guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan di lapangan. Selain itu, pengaturan ini mempermudah koordinasi serta pengawasan selama kegiatan berlangsung.

Program kerja PANDAWA yang dilaksanakan mencakup tiga aspek utama yang saling berkaitan. Aspek pertama adalah pembuatan QRIS sebagai sarana pembayaran non-tunai untuk memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli. Aspek kedua yaitu penambahan lokasi usaha pada Google Maps agar toko atau UMKM dapat dengan mudah ditemukan oleh masyarakat luas. Ketiga aspek ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan pelayanan UMKM kepada konsumen.
Aspek ketiga dari program ini adalah pengenalan aplikasi kasir yang dirancang oleh mahasiswa KKN dengan nama “Kasir Sabah Balau.” Aplikasi ini bertujuan untuk membantu pelaku UMKM dalam mendata barang, menghitung transaksi penjualan, serta menganalisis barang yang dibeli secara sistematis. Dengan penerapan aplikasi tersebut, pengelolaan usaha diharapkan menjadi lebih tertib, efisien, dan terstruktur. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan sederhana.
Pelaksanaan sosialisasi program PANDAWA memperoleh sambutan dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat serta pelaku UMKM di Desa Sabah Balau. Antusiasme tersebut terlihat dari partisipasi aktif peserta selama kegiatan berlangsung serta kesediaan mereka untuk mulai menerapkan sistem digital dalam kegiatan usaha sehari-hari. Respons positif ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya digitalisasi UMKM. Diharapkan program kerja ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi perkembangan UMKM di Desa Sabah Balau.

