Bandar Lampung, 28 Januari 2026— Peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak terus diperkuat melalui kegiatan sosialisasi pola asuh serta pemenuhan gizi seimbang pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dilaksanakan di Posyandu Murni, pada Rabu/28 Januari 2026.

Kegiatan ini menyasar ibu hamil serta ibu yang memiliki balita sebagai kelompok prioritas dalam pencegahan stunting dan perbaikan status gizi anak sejak dini. Acara dihadiri oleh kader posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti rangkaian sosialisasi.
Dalam penyampaian materi, narasumber menjelaskan bahwa 1000 HPK merupakan fase krusial yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada periode ini, pemenuhan gizi seimbang dan pola asuh yang tepat sangat menentukan tumbuh kembang fisik maupun kecerdasan anak di masa depan.
“Ibu hamil harus memperhatikan asupan nutrisi, rutin memeriksakan kehamilan, serta menjaga kesehatan. Setelah bayi lahir, pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI bergizi seimbang menjadi kunci utama mencegah stunting,” jelas tenaga kesehatan.

Selain aspek gizi, peserta juga diberikan edukasi mengenai pola asuh responsif, pentingnya stimulasi tumbuh kembang, kebersihan lingkungan, serta jadwal imunisasi dasar lengkap. Materi disampaikan secara interaktif disertai contoh menu sehat, praktik sederhana pengolahan makanan balita, serta diskusi pengalaman para ibu.
Kegiatan ini juga menjadi sarana konsultasi langsung, di mana para ibu dapat menanyakan permasalahan seputar kehamilan, kesulitan makan anak, hingga cara mengatasi balita dengan berat badan kurang.
Ketua kader Posyandu Murni menyampaikan bahwa sosialisasi ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya dalam membangun generasi sehat sejak dalam kandungan.
“Kami berharap setelah kegiatan ini, para ibu semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang baik demi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Pelaksanaan sosialisasi berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya 1000 HPK semakin meningkat, sehingga mampu menekan angka stunting dan mewujudkan anak-anak yang sehat, cerdas, serta berkualitas di wilayah tersebut.
