
Gedung Harapan, 26 Januari 2026 – Pada hari ke-19 pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa melaksanakan program kerja dengan tema One Product One Village yang bertujuan untuk menggali dan mengembangkan potensi lokal desa. Pada kesempatan ini, produk yang diangkat adalah tepung MOCAF (Modified Cassava Flour), yaitu tepung berbahan dasar singkong yang dapat menjadi alternatif tepung sehat dan bebas gluten.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu desa, mengenai pemanfaatan singkong yang melimpah di lingkungan sekitar menjadi produk bernilai tambah. Tepung MOCAF dipilih karena memiliki banyak manfaat, antara lain lebih ramah bagi penderita intoleransi gluten, dapat digunakan sebagai bahan olahan makanan, serta berpotensi menjadi produk unggulan desa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai tepung MOCAF, yang meliputi penjelasan tentang pengertian tepung MOCAF, keunggulannya dibandingkan tepung terigu, serta berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaannya. Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai alat dan bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan tepung MOCAF agar masyarakat dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah.

Setelah sesi sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan demo pembuatan tepung MOCAF secara langsung bersama ibu-ibu Desa Gedung Harapan. Tahap pertama dalam proses pembuatan adalah mengiris singkong menjadi tipis-tipis, kemudian singkong tersebut dibersihkan hingga benar-benar bersih untuk memastikan kualitas tepung yang dihasilkan tetap baik.
Langkah selanjutnya adalah melarutkan ragi dengan air, kemudian singkong yang telah dibersihkan direndam ke dalam larutan ragi tersebut selama kurang lebih dua hari hingga muncul tanda-tanda fermentasi berupa busa. Proses fermentasi ini menjadi tahap penting dalam pembuatan tepung MOCAF karena berfungsi untuk memodifikasi sifat singkong sehingga menghasilkan tepung yang lebih halus dan berkualitas.
Setelah proses perendaman selesai, singkong kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Selain dijemur, singkong juga dapat dioven sebagai alternatif pengeringan. Singkong kering tersebut kemudian digiling menggunakan mesin penggiling tepung atau dapat pula menggunakan blender apabila alat penggiling tidak tersedia.
Untuk mendapatkan hasil tepung yang lebih halus, tepung hasil gilingan kemudian disaring kembali sesuai tingkat kehalusan yang diinginkan. Proses ini bertujuan agar tepung MOCAF yang dihasilkan memiliki tekstur yang baik dan siap digunakan sebagai bahan dasar berbagai olahan makanan.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan pembuatan tepung MOCAF selesai, acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi kegiatan. Secara keseluruhan, program kerja One Product One Village ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari masyarakat. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Gedung Harapan dapat memanfaatkan potensi lokal secara optimal serta mengembangkan tepung MOCAF sebagai produk unggulan desa yang bernilai ekonomi.
