29 Januari 2026, Pada hari ini, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan kegiatan pembuatan dan pemasangan lubang biopori sebagai bagian dari persiapan program kerja yang akan dilaksanakan pada hari berikutnya. Kegiatan ini dilakukan di lingkungan pemukiman warga dengan tujuan awal menyiapkan sarana pendukung demonstrasi pemanfaatan lubang biopori. Lubang biopori merupakan lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dan berfungsi sebagai tempat resapan air serta pengolahan sampah organik. Proses pembuatan biopori diawali dengan penentuan titik lokasi yang strategis, seperti di sekitar pekarangan rumah warga dan area yang sering tergenang air. Selanjutnya, mahasiswa KKN melakukan pengeboran tanah sesuai dengan ukuran standar lubang biopori. Setelah lubang terbentuk, bagian dalam lubang dipastikan bersih dan siap untuk digunakan. Kegiatan ini dilaksanakan secara gotong royong oleh seluruh anggota kelompok KKN. Selama pelaksanaan, mahasiswa tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar agar tidak mengganggu aktivitas warga. Kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat perhatian dari masyarakat sekitar. Antusiasme warga terlihat dari keingintahuan mereka terhadap fungsi lubang biopori yang sedang dipasang.
Pembuatan dan pemasangan lubang biopori ini memiliki berbagai manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Salah satu manfaat utama biopori adalah membantu meningkatkan daya resap air ke dalam tanah sehingga dapat mengurangi genangan dan potensi banjir. Selain itu, lubang biopori juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan dan daun kering. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan terurai secara alami dan menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah. Dengan adanya biopori, kualitas tanah di sekitar pemukiman warga dapat meningkat secara bertahap. Kegiatan ini juga menjadi upaya sederhana dalam mendukung pelestarian lingkungan. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa penggunaan biopori dapat diterapkan oleh masyarakat secara mandiri. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga dapat memahami bahwa pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari skala rumah tangga. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program ini. Oleh karena itu, pemasangan biopori dilakukan di lokasi yang mudah dijangkau dan dipantau oleh warga. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan desa.
Selain pemasangan, mahasiswa KKN juga menyiapkan materi untuk demonstrasi mengenai perawatan lubang biopori yang akan dilaksanakan pada program kerja selanjutnya. Perawatan lubang biopori tergolong mudah dan dapat dilakukan secara rutin oleh masyarakat. Warga cukup memastikan lubang tidak tersumbat dan secara berkala mengisi lubang dengan sampah organik. Sampah organik tersebut nantinya akan terurai dan dapat dipanen menjadi kompos setelah beberapa waktu. Mahasiswa KKN juga akan memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan area sekitar lubang biopori. Dengan perawatan yang tepat, lubang biopori dapat berfungsi secara optimal dalam jangka waktu yang lama. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Warga menyambut baik rencana demonstrasi tersebut dan menyatakan ketertarikan untuk menerapkannya di rumah masing-masing. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat, program biopori ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.





