Bandar Lampung, 3 Januari 2026 — Kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung Tahun 2026 dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Sabtu, 3 Januari 2026, dengan pemaparan materi dan pendampingan langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Prof. Dr. Kusuma Adhianto, S.Pt., M.P. dan Renaldy Eka Putra, S.H., M.H. Kegiatan ini bertujuan memberikan arahan awal serta pemahaman kepada mahasiswa terkait pelaksanaan KKN sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan wilayah.
Pembekalan menekankan filosofi KKN sebagai kegiatan multidisipliner yang bertujuan menumbuhkan empati mahasiswa serta menjadi ruang implementasi ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Mahasiswa diarahkan untuk menempatkan tujuan bersama—baik lembaga, institusi, maupun masyarakat—di atas kepentingan pribadi, dengan menekankan tanggung jawab, kehadiran, dan performa selama pelaksanaan KKN.
Dalam pembekalan tersebut disampaikan rencana kegiatan survei pra-KKN yang akan dilaksanakan pada 6 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, bertempat di Kantor Kecamatan Teluk Betung Barat. Kegiatan survei ini bertujuan untuk memperoleh arahan langsung dari camat dan lurah setempat, sekaligus menjadi dasar penyusunan program kerja yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Penyusunan program kerja diarahkan agar memiliki sasaran, lokasi, serta input dan output yang jelas dan terukur.
Materi pembekalan juga memuat lima tema utama KKN yang disesuaikan dengan permasalahan di desa dan dirumuskan melalui diskusi bersama masyarakat serta aparat setempat. Kelima tema tersebut meliputi pengelolaan sampah perkotaan, mitigasi bencana dan ruang terbuka hijau (RTH), pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro dan kecil, sosialisasi serta pencegahan stunting, serta perlindungan perempuan dan anak. Setiap tema diarahkan pada kegiatan edukatif, sosialisasi, pendataan, pemberdayaan, dan kampanye yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai mekanisme pelaksanaan program, pembagian peran dalam kelompok, serta sistem pelaporan kegiatan. Setiap mahasiswa diarahkan untuk bertanggung jawab pada satu program kerja utama dengan dukungan anggota kelompok lainnya. Pelaporan kegiatan KKN nantinya disusun secara terintegrasi, dilengkapi dengan dokumentasi berupa foto, poster, video, serta laporan dampak kegiatan yang diukur melalui indikator seperti jumlah peserta, tingkat pemahaman, dan perubahan perilaku berdasarkan pretest dan posttest.
Pembekalan juga menegaskan pentingnya koordinasi dengan perangkat desa, camat, dan lurah, termasuk dalam pengelolaan sumber pendanaan yang dapat berasal dari berbagai pihak dan tidak terbatas pada bentuk dana tunai. Hasil pelaksanaan KKN diharapkan tidak hanya berdampak nyata bagi masyarakat, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi artikel publikasi pengabdian kepada masyarakat, dengan setiap kelompok menghasilkan minimal satu artikel dari program yang paling berhasil dan berdampak signifikan.
