Bandarlampung, 2 Januari 2026
Kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi tahapan awal yang krusial dalam rangkaian pelaksanaan KKN. Melalui pembekalan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman menyeluruh terkait aspek sosial, teknis, administratif, dan akademik sebelum terjun langsung ke masyarakat desa. Salah satu hasil penting dari pembekalan tersebut adalah pelaksanaan Pra KKN, yang dipahami sebagai tahapan awal sebelum KKN utama. Kegiatan Pra KKN melibatkan mahasiswa bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) secara langsung di desa lokasi KKN. Tujuan utama kegiatan ini adalah mengidentifikasi permasalahan serta potensi desa melalui pendekatan sosial, observasi lapangan, dan wawancara dengan kepala desa, aparat pemerintahan, tokoh masyarakat, serta kelompok masyarakat setempat.
Survei Pra KKN dilaksanakan pada 5 Januari dengan keberangkatan bersama DPL. Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke kantor kecamatan sebagai bentuk koordinasi awal dan serah terima mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti pertemuan dengan kepala desa sebelum menuju desa masing-masing untuk melakukan pengenalan lingkungan. Dari kegiatan Pra KKN tersebut, mahasiswa memperoleh data awal mengenai kondisi desa, potensi yang dapat dikembangkan, serta permasalahan yang memerlukan perhatian selama pelaksanaan KKN. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana awal bagi mahasiswa untuk memperkenalkan diri serta membangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Dalam pembekalan juga ditekankan bahwa pendekatan sosial merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan KKN. Mahasiswa diarahkan untuk membangun komunikasi yang baik agar dapat diterima oleh masyarakat dan menjadi bagian dari lingkungan sosial desa. Pendekatan tersebut dilakukan melalui penggunaan bahasa yang santun, sikap sopan, penjelasan tujuan KKN secara jelas, serta penerapan etika dan tata krama yang berlaku di masyarakat. Sikap, gestur, dan penampilan mahasiswa juga menjadi perhatian penting agar mencerminkan prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung tinggi”. Pelaksanaan KKN secara penuh direncanakan dimulai pada 8 Januari dengan sistem keberangkatan mandiri oleh masing-masing kelompok selama satu bulan. Pada tahap awal, koordinator desa (kordes) berperan penting dalam membuka silaturahmi serta menjalin komunikasi dengan perangkat desa dan masyarakat. Mahasiswa juga diwajibkan memastikan titik koordinat balai desa telah tercantum dengan benar pada Google Maps sebagai bagian dari kelengkapan informasi lokasi kegiatan.Pembekalan turut menegaskan pentingnya perencanaan program kerja yang sistematis dan berbasis kebutuhan desa. Setiap program kerja harus disusun berdasarkan kondisi eksisting, kondisi ideal yang diharapkan, faktor penyebab permasalahan, serta solusi yang dirumuskan dalam bentuk program dan kegiatan dengan sasaran, lokasi, dan output yang terukur.
Dari sisi pembiayaan, perhitungan biaya KKN dilakukan melalui mekanisme konversi kinerja ke dalam satuan rupiah yang mencakup konsumsi, percetakan, perlengkapan, serta keterlibatan masyarakat. Sementara itu, jam kerja efektif mahasiswa dihitung sejak tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pelaporan kegiatan sebagai bentuk pengakuan kontribusi kerja nyata mahasiswa kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, lokakarya desa wajib diselenggarakan paling lambat pada hari ketiga. Setiap mahasiswa diwajibkan memiliki minimal satu program kerja dan mendokumentasikan seluruh kegiatan dalam bentuk foto dan video. Mahasiswa juga diarahkan untuk mendahulukan kegiatan yang memerlukan waktu pelaksanaan lebih panjang agar seluruh program dapat terselesaikan secara optimal.
Pada akhir masa KKN, penarikan mahasiswa dilakukan dengan titik kumpul di kantor kecamatan, kemudian dilanjutkan dengan pendadaran atau ujian KKN yang diuji oleh DPL dan Koordinator DPL (KDPL). Dokumentasi menjadi salah satu aspek penting dalam evaluasi, di mana setiap kelompok wajib menyusun video kegiatan berdurasi sekitar 10 menit yang menampilkan proses kerja nyata mahasiswa secara natural, disertai narasi jelas dan nuansa budaya Lampung.Selain itu, setiap kelompok diwajibkan menyusun satu artikel atau jurnal pengabdian masyarakat berdasarkan program unggulan KKN, serta melengkapi administrasi berupa buku tamu, jurnal harian, matriks program kerja, dan daftar hadir kegiatan Pra KKN.
Secara keseluruhan, pembekalan dan Pra KKN ini memberikan bekal komprehensif bagi mahasiswa agar mampu melaksanakan KKN secara tertib, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
