Pada hari Kamis, 5 Februari 2026, mahasiswa Kelompok 1 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sukajawa Baru melaksanakan kegiatan pembuatan peta drainase di posko KKN. Kegiatan ini merupakan tahap lanjutan dari dua survei lapangan yang telah dilakukan sebelumnya dan menjadi tahap krusial dalam mengolah seluruh data yang telah terkumpul menjadi sebuah peta drainase yang komprehensif dan informatif.
Kegiatan pembuatan peta ini diikuti oleh seluruh anggota mahasiswa Kelompok 1 yang bekerja secara kolaboratif di posko KKN. Suasana posko tampak sibuk namun penuh semangat, dengan meja kerja dipenuhi oleh berbagai dokumen hasil survei, catatan lapangan, sketsa jalur drainase, serta perangkat pendukung seperti laptop, alat tulis, dan perlengkapan pemetaan lainnya. Mahasiswa membagi tugas sesuai dengan keahlian masing-masing, ada yang bertugas mengolah data lapangan, ada yang menggambar jalur drainase, dan ada pula yang melakukan digitalisasi peta menggunakan aplikasi pemetaan digital.
Proses pembuatan peta dilakukan secara sistematis dengan menggabungkan data dari survei tahap pertama dan kedua. Mahasiswa mulai dengan menyusun kerangka dasar peta wilayah Sukajawa Baru, kemudian secara bertahap menambahkan informasi detail seperti jalur-jalur saluran drainase, arah aliran air, titik-titik kritis yang rawan genangan, kapasitas saluran, serta kondisi fisik setiap segmen drainase. Setiap informasi dicatat dengan teliti dan diberi simbol serta keterangan yang jelas agar peta mudah dipahami oleh pengguna. Tim juga melakukan verifikasi ulang terhadap data yang dirasa kurang lengkap atau meragukan untuk memastikan akurasi peta yang dihasilkan.
Melalui kegiatan pembuatan peta drainase di posko ini, mahasiswa KKN Kelompok 1 berhasil menyusun sebuah dokumen pemetaan yang lengkap dan terstruktur. Dengan adanya peta drainase yang detail dan akurat, diharapkan dokumen ini dapat menjadi panduan strategis bagi pemerintah kelurahan Sukajawa Baru dan instansi terkait dalam merencanakan program perbaikan dan pemeliharaan sistem drainase. Upaya ini pada akhirnya diharapkan dapat mendukung penanganan masalah banjir dan genangan secara lebih efektif, meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan, serta memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya kawasan Sukajawa Baru yang lebih layak huni dan berkelanjutan

