Program kerja KKN Durian Payung mengangkat tema pengelolaan sampah limbah dapur, khususnya sisa sayuran dan kulit buah, menjadi ekoenzim bersama ibu-ibu RT 10. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah organik rumah tangga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Limbah dapur yang selama ini hanya dibuang begitu saja diharapkan dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai guna.
Pelaksanaan program dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan praktik langsung pembuatan ekoenzim. Mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai pengertian ekoenzim, manfaatnya, serta bahan-bahan yang mudah diperoleh dari rumah tangga, seperti sisa sayuran, kulit buah, gula merah, dan air. Ibu-ibu RT 10 dilibatkan secara aktif dalam proses pembuatan, mulai dari persiapan bahan hingga tahap fermentasi, sehingga mereka dapat memahami dan mempraktikkannya secara mandiri di rumah.
Ekoenzim yang dihasilkan memiliki berbagai manfaat, antara lain sebagai pembersih alami, pupuk cair, dan penghilang bau. Dengan memanfaatkan ekoenzim, ibu-ibu RT 10 dapat mengurangi penggunaan bahan kimia dalam rumah tangga serta mendukung pola hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik sejak dari dapur.
Melalui program kerja ini, diharapkan tercipta perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya sampah organik. Kerja sama antara mahasiswa KKN Durian Payung dan ibu-ibu RT 10 menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. Program pengelolaan limbah dapur menjadi ekoenzim ini diharapkan dapat terus berlanjut dan diterapkan secara luas di lingkungan sekitar.
