Dalam rangka pelaksanaan program kerja penanaman tanaman refugia, telah dilakukan kegiatan penyemaian benih lavender sebagai langkah awal upaya pengendalian nyamuk dan hama di area kebun. Tanaman lavender dipilih karena dikenal memiliki aroma khas yang berpotensi menekan keberadaan serangga pengganggu secara alami.
Kegiatan ini diawali dengan proses perendaman benih lavender menggunakan air bersih. Perendaman dilakukan untuk merangsang proses perkecambahan benih sehingga dapat tumbuh secara optimal pada tahap selanjutnya. Tahapan ini merupakan bagian penting dalam persiapan bibit sebelum ditanam di lahan.
Setelah direndam, benih lavender kemudian disemai menggunakan dua jenis media, yaitu rockwool dan tisu. Media rockwool digunakan karena mampu menjaga kelembapan dan aerasi dengan baik, sedangkan media tisu digunakan untuk memudahkan pengamatan awal pertumbuhan benih. Benih diletakkan secara hati-hati pada masing-masing media semai dan dijaga kebersihannya.
Pada tahap ini, kegiatan masih berfokus pada penyemaian dan pemeliharaan kondisi lingkungan tumbuh yang sesuai, seperti kelembapan dan suhu. Belum dilakukan penanaman di lahan, karena benih masih menunggu proses perkecambahan.
Melalui program kerja penanaman tanaman refugia ini, diharapkan lavender yang disemai dapat tumbuh dengan baik dan nantinya berfungsi sebagai tanaman pendukung ekosistem kebun, khususnya dalam menekan populasi nyamuk dan hama secara alami serta ramah lingkungan.
