
Pengajaran — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengajaran II melaksanakan kegiatan Penyerahan dan Demonstrasi Insinerator bertajuk “Rancang Bangun Insinerator Sampah Minim Asap sebagai Alternatif Solusi Pengolahan Sampah Perkotaan Ramah Lingkungan” pada hari ini, mulai pukul 09.30 WIB, bertempat di RT 02 Kelurahan Pengajaran, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) beserta dua dosen dari Program Studi Teknik Lingkungan, perangkat Kelurahan Pengajaran, para Ketua RT se-Kelurahan Pengajaran, Linmas, masyarakat setempat, serta mahasiswa KKN Pengajaran II. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi program kerja Aksi Bersih Lingkungan Melalui Insinerator dan Mural Edukatif yang merupakan program kerja utama kelompok KKN Pengajaran II.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan acara yang dilaksanakan di Posko KKN Pengajaran II. Acara dibuka oleh MC Vivi Indriyani, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Deka Kusuma Harsa. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan tertib dengan partisipasi aktif seluruh peserta yang hadir.
Selanjutnya, disampaikan sambutan oleh Koordinator Desa (Kordes) KKN Pengajaran II, Mikael Tarigan, yang menyampaikan latar belakang perancangan insinerator serta tujuan pelaksanaan kegiatan sebagai upaya memberikan alternatif solusi pengolahan sampah bagi masyarakat perkotaan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Kelurahan Pengajaran, yang mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN dalam menghadirkan inovasi lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yang menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong penerapan teknologi tepat guna yang berkelanjutan.

Usai rangkaian pembukaan, kegiatan berlanjut ke lokasi insinerator di halaman rumah Ketua RT 02 untuk pelaksanaan peresmian dan penyerahan insinerator. Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol peresmian dan penyerahan insinerator dari Kelompok KKN Pengajaran II, yang diwakili oleh Koordinator Desa, kepada perwakilan Kelurahan Pengajaran.
Rangkaian acara selanjutnya diisi dengan demonstrasi penggunaan insinerator yang dipandu oleh Nadia Dwi dan Azahra Oktarizka. Pada sesi ini, dijelaskan bahwa insinerator merupakan salah satu program unggulan KKN Pengajaran II yang bertujuan untuk membantu mengurangi permasalahan sampah perkotaan yang selama ini masih sering ditangani melalui pembakaran terbuka. Praktik tersebut dinilai kurang aman karena menghasilkan asap berlebih dan berpotensi mencemari lingkungan serta mengganggu kesehatan masyarakat.
Insinerator yang diperkenalkan merupakan teknologi tepat guna berbahan hebel (bata ringan) dengan sistem pembakaran tertutup dan saluran udara terkontrol. Dalam pemaparannya, tim KKN menjelaskan bahwa insinerator ini memiliki manfaat utama berupa pengurangan volume sampah secara signifikan serta meminimalisasi pencemaran udara. Berbeda dengan pembakaran terbuka, sistem cerobong asap pada insinerator membuat aliran udara lebih teratur sehingga asap yang dihasilkan jauh lebih sedikit.

Dalam demonstrasi tersebut juga diperagakan cara kerja insinerator, mulai dari pemilahan sampah kering seperti daun, ranting, kertas, dan kardus, proses penyusunan sampah di dalam tungku, hingga pemicu pembakaran menggunakan kertas dan korek api. Dijelaskan pula bahwa jika api keluar melalui cerobong asap, hal tersebut menandakan proses pembakaran berjalan dengan baik. Proses pembakaran dibiarkan hingga menyisakan abu sebagai hasil akhir.
Secara prinsip, udara masuk melalui lubang bagian depan insinerator, kemudian membantu proses pembakaran sampah secara lebih sempurna, sebelum akhirnya dialirkan keluar melalui saluran udara di bagian belakang. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembakaran sekaligus menekan asap yang dihasilkan.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Pengajaran II berharap insinerator dapat menjadi solusi sederhana, tepat guna, dan ramah lingkungan dalam menangani permasalahan sampah di Kelurahan Pengajaran. Selain mendukung kebersihan lingkungan, inovasi ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya pengurangan pencemaran udara yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus simbol kebersamaan antara mahasiswa KKN, dosen, perangkat kelurahan, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan insinerator yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat kelurahan Pengajaran dan menjadi langkah awal penerapan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan di Kelurahan Pengajaran.

