Kemiling Permai, 28 Januari 2026 – Sebagai tahap persiapan teknis yang krusial untuk program pembuatan eco-enzyme, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan kegiatan penyiapan bahan baku organik di posko KKN. Fokus kegiatan adalah mengolah sampah organik berupa kulit buah nanas dan semangka yang diperoleh dari pasar tradisional dan donasi warga setempat, dengan menerapkan prinsip pengelolaan limbah yang higienis dan proporsional sesuai standar produksi eco-enzyme.
Kegiatan diawali dengan proses pemilahan dan seleksi kulit buah untuk memastikan hanya bahan yang layak digunakan. Kulit buah yang masih segar, tidak busuk, dan bebas dari kontaminasi bahan kimia dipisahkan dari bahan yang tidak memenuhi kriteria. Selanjutnya, dilakukan pencucian menyeluruh menggunakan air bersih untuk menghilangkan kotoran, sisa tanah, dan pestisida yang mungkin menempel. Tahap ini penting untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme pengganggu selama proses fermentasi.
Setelah bersih, kulit buah menjalani proses pencacahan menggunakan pisau dan talenan yang telah disterilkan. Kulit dipotong menjadi bagian-bagian kecil (ukuran 2-3 cm) untuk memperluas permukaan kontak dengan larutan gula, sehingga mempercepat proses fermentasi. Proses ini dilakukan dengan memperhatikan keselamatan dan kebersihan, menggunakan sarung tangan sekali pakai untuk mencegah kontaminasi.
Tahap akhir adalah penimbangan dan pengukuran bahan dengan presisi tinggi menggunakan timbangan digital dan gelas ukur. Berdasarkan formula standar eco-enzyme (rasio 1:3:10), dilakukan perhitungan dan penakaran yang tepat. Setiap komponen ditimbang secara terpisah dan dicatat dalam lembar kontrol kualitas. Potongan gula merah juga dipersiapkan terlebih dahulu agar lebih cepat larut ketika dicampur dengan bahan organik.
Output dari kegiatan ini adalah tersedianya bahan baku siap fermentasi yang telah memenuhi standar kualitas, terukur, dan terdata dengan rapi. Bahan-bahan ini kemudian disimpan dalam wadah tertutup sambil menunggu pelaksanaan pelatihan. Melalui proses ini, mahasiswa KKN tidak hanya mempersiapkan materi pelatihan, tetapi juga mempraktikkan langsung prinsip-prinsip pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, akurat, dan berorientasi pada keberlanjutan, yang menjadi nilai inti dari program eco-enzyme yang akan disosialisasikan kepada masyarakat.
