Desa Gebang, 12 Januari 2026 – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi dari Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengikuti kegiatan Coffee Morning bersama jajaran aparatur Desa Gebang di Balai Desa setempat. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa lintas provinsi tersebut untuk memahami dinamika tata kelola pemerintahan desa serta tantangan anggaran yang dihadapi masyarakat pada tahun fiskal 2026.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.14 WIB ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Gebang, Ibu Anik, Ketua BPD, Bapak Wahyudi, Sekretaris Desa, serta seluruh perangkat desa. Dalam diskusi tersebut, jajaran pimpinan desa memaparkan kondisi terkini mengenai efisiensi anggaran dana desa tahun 2026 yang mengalami penyesuaian signifikan. Ketua BPD menekankan pentingnya transparansi di era digitalisasi, di mana akses informasi bagi masyarakat menjadi prioritas utama sesuai mandat Kementerian Dalam Negeri.
Para mahasiswa menyimak dengan saksama pemaparan mengenai keterbatasan anggaran desa yang kini lebih difokuskan pada program nasional seperti penanganan stunting, BLT Dana Desa (BLTDD), dan Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Di tengah tantangan tersebut, Pemerintah Desa Gebang mengajak seluruh elemen, termasuk mahasiswa KKN, untuk tetap mengedepankan semangat pengabdian dan belajar bersama dalam membangun desa meskipun terdapat keterbatasan fiskal.
Selain masalah anggaran, pertemuan ini juga membahas isu-isu lingkungan dan sosial, termasuk pengelolaan limbah yang berpotensi berdampak pada wilayah desa serta upaya swadaya dalam pembangunan infrastruktur lokal. Semangat “Gotong Royong” menjadi benang merah dalam diskusi ini, di mana pihak desa berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik melalui inovasi dan pencarian sumber dana alternatif di luar anggaran pemerintah.
Bagi mahasiswa Unila dan Untirta, kesempatan mendengar langsung dinamika tata kelola desa ini menjadi pelajaran lapangan yang sangat berharga. Wawasan mengenai tantangan anggaran dan aspirasi warga tersebut akan dijadikan landasan utama dalam mempertajam serta menyelaraskan Program Kerja (Progja) mahasiswa agar lebih tepat sasaran, relevan, dan mampu memberikan solusi nyata yang sesuai dengan kondisi objektif di Desa Gebang.
