
Gedung Harapan, 21 Januari 2026 – Pada hari ke-14 pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Kelompok 2 KKN Desa Gedung Harapan melaksanakan kegiatan berupa rapat program kerja kolaborasi bersama Kelompok 1 KKN. Rapat ini membahas persiapan kegiatan terkait MPASI (Makanan Pendamping ASI) dan pencegahan stunting, yang menjadi salah satu program unggulan dalam bidang kesehatan dan gizi masyarakat.
Kegiatan rapat dilaksanakan pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB dan diikuti oleh seluruh anggota yang terlibat dalam program kerja kolaborasi tersebut. Rapat ini menjadi wadah diskusi awal untuk menyamakan persepsi serta menyusun perencanaan kegiatan secara matang sebelum pelaksanaan di lapangan.
Rapat program kerja ini merupakan langkah awal yang penting dalam merancang kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya gizi seimbang bagi anak serta upaya pencegahan stunting sejak dini. Melalui perencanaan yang terstruktur, diharapkan kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam rapat tersebut, dibahas secara rinci mengenai konsep dan alur kegiatan MPASI, termasuk bagaimana bentuk penyampaian materi kepada masyarakat agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi ini dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi juga memberikan pemahaman praktis kepada peserta.
Selain itu, rapat juga membahas teknis pelaksanaan kegiatan, seperti susunan acara, pembagian tugas antar anggota, serta estimasi waktu pelaksanaan. Hal ini dilakukan agar setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas, sehingga koordinasi selama kegiatan berlangsung dapat berjalan dengan baik.
Persiapan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan demo masak MPASI juga menjadi salah satu fokus pembahasan dalam rapat. Daftar kebutuhan disusun secara detail agar pada saat pelaksanaan tidak terjadi kekurangan maupun kendala teknis yang dapat menghambat jalannya kegiatan.
Dalam rapat tersebut, juga dilakukan pemilihan beberapa anggota dari Kelompok 1 dan Kelompok 2 untuk menjadi fasilitator demo masak MPASI. Para fasilitator ini nantinya akan bertugas menjelaskan proses pengolahan MPASI yang bergizi, higienis, dan sesuai dengan kebutuhan anak, sekaligus menjadi penghubung antara mahasiswa KKN dan masyarakat.

Secara keseluruhan, rapat program kerja kolaborasi ini berjalan dengan lancar dan penuh diskusi konstruktif. Melalui rapat ini, diharapkan program kerja MPASI dan pencegahan stunting dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Gedung Harapan, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi anak sebagai upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
