Mahasiswa KKN Tematik Universitas Lampung (Unila) menunjukkan dedikasi tinggi dengan menggelar sosialisasi inovasi pertanian pada malam Rabu di Balai Desa Pekon Tri Tunggal Mulya. Keputusan melaksanakan kegiatan di balai desa pada malam hari ini diambil untuk mengakomodasi permintaan para petani yang sibuk bekerja di ladang saat siang hari. Agenda utama pertemuan ini adalah sosialisasi pengolahan tepung mocaf yang merupakan mandat khusus KKN Tematik Unila untuk wilayah Kabupaten Pringsewu. Meskipun jarum jam sudah menunjukkan waktu istirahat, antusiasme para petani tetap luar biasa untuk hadir dan memenuhi ruangan balai desa. Semangat belajar yang ditunjukkan warga menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi pangan sangat dinantikan oleh masyarakat pedesaan.

Dalam sesi pertama di dalam balai desa, mahasiswa memaparkan secara mendalam mengenai potensi tepung mocaf sebagai produk pengganti terigu yang lebih sehat. Mahasiswa menjelaskan bahwa pemanfaatan mocaf merupakan peluang besar untuk meningkatkan nilai jual singkong yang menjadi komoditas unggulan petani lokal. Penjelasan teknis diberikan mengenai proses fermentasi yang tepat agar tepung yang dihasilkan memenuhi standar pasar dan memiliki daya simpan lama. Para petani diajak memahami bahwa transformasi hasil panen mentah menjadi bahan baku olahan di tingkat desa adalah kunci utama kemandirian ekonomi. Melalui mandat KKN Tematik ini, diharapkan Pekon Tri Tunggal Mulya dapat menjadi pelopor produksi tepung mandiri di wilayah Pringsewu.

Kegiatan berlanjut dengan praktik langsung pembuatan ecoenzyme yang memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan sisa hasil panen para petani. Di selasar balai desa, mahasiswa mendemonstrasikan cara mencampur sisa kulit buah dan sayuran dengan molase serta air sesuai takaran yang presisi. Para petani tampak sangat tertarik karena cairan serbaguna ini dapat berfungsi sebagai pupuk organik cair sekaligus pestisida alami yang hemat biaya. Inovasi ini hadir sebagai solusi praktis untuk mengurangi ketergantungan petani pada bahan kimia sintetis yang harganya kian mahal di pasaran. Praktik langsung ini memastikan setiap petani yang hadir benar-benar memahami teknik pembuatan agar bisa segera diterapkan di rumah masing-masing.

Seluruh rangkaian kegiatan ini juga dibingkai dengan pemaparan mengenai pentingnya Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Mahasiswa menjelaskan di depan audiens bahwa praktik produksi mocaf dan penggunaan ecoenzyme adalah langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan. Dengan meminimalkan limbah pertanian dan memaksimalkan potensi lokal, para petani telah ikut berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem global. Penjelasan mengenai SDGs 12 ini bertujuan untuk memberikan wawasan bahwa aktivitas pertanian di tingkat desa memiliki dampak besar bagi masa depan bumi. Mahasiswa menekankan bahwa kemandirian ekonomi warga harus selalu berjalan beriringan dengan kesadaran akan kelestarian alam hayati.
Diskusi di dalam balai desa malam itu berlangsung sangat hangat dan penuh rasa kekeluargaan di antara mahasiswa serta para tokoh tani setempat. Para petani memanfaatkan momentum ini untuk bertanya banyak hal mengenai kendala teknis dalam pengolahan singkong dan pemupukan organik secara mandiri. Mahasiswa KKN Unila dengan sigap menjawab setiap pertanyaan sembari memberikan tips-tips praktis yang mudah dipahami dan diaplikasikan oleh warga desa. Kedekatan yang terjalin memperlihatkan bahwa program KKN Tematik ini berhasil menjembatani teori akademis dengan kebutuhan riil yang dihadapi masyarakat. Suasana yang akrab membuat penyampaian materi yang teknis menjadi lebih ringan dan sangat mudah diterima oleh seluruh lapisan petani.

Sebagai penutup, kegiatan di balai desa diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan program pengolahan pangan dan limbah di pekon tersebut. Mahasiswa memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani yang telah meluangkan waktu berharga mereka demi kemajuan teknologi pertanian desa. Keberhasilan acara malam ini membuktikan bahwa tempat dan waktu bukan penghalang untuk mentransfer ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kesejahteraan warga. Pihak aparat pekon berharap agar kerjasama produktif ini terus berkembang menjadi aksi nyata yang memberikan dampak ekonomi berkelanjutan secara luas. Dokumentasi bersama di depan Balai Desa Tri Tunggal Mulya menjadi saksi dimulainya langkah baru menuju pertanian mandiri yang cerdas.
