Sabtu, 10 Januari 2026- Bagi kami, posko bukan sekadar tempat menaruh tas atau sekadar singgah untuk tidur. Selama 40 hari ke depan, tempat ini adalah “Rumah Kedua” sekaligus markas besar tempat segala ide untuk wilayah Korpri Raya 2 digodok. Itulah mengapa, sebelum melangkah lebih jauh ke masyarakat, kami sepakat kalau semuanya harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.
Jujur saja, kami merasa sangat beruntung mendapatkan posko di Korpri Raya 2 ini. Tempatnya luas, suasananya nyaman, dan kondisinya sudah cukup bersih sejak awal—benar-benar worth it untuk ditempati satu tim. Lebih tenangnya lagi, posisi posko kami ini sangat strategis karena dekat dengan rumah Bapak RT. Jadi, kalau butuh koordinasi apa pun, rasanya jauh lebih mudah. Bahkan yang bikin kami makin merasa “diawasi” sekaligus disayangi adalah lokasi poskonya yang ternyata tidak jauh dari kediaman Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kami, Bapak Andri Marta. Kedekatan jarak ini seolah jadi pengingat bagi kami untuk selalu menjaga sikap dan kebersihan setiap hari.
Sabtu pagi tadi, suasana posko mulai ramai. Tidak ada buku atau laptop yang terbuka, melainkan sapu, kain pel, dan sikat yang jadi “senjata” utama kami. Kami membagi tugas dengan adil: ada yang berjibaku dengan debu di ruang tengah, ada yang memastikan dapur siap tempur, hingga yang merapikan halaman depan agar enak dipandang mata. Sambil mengelap kaca, salah satu kawan saya sempat nyeletuk, “Kita ini beruntung banget dapet posko sebagus ini. Fasilitas udah oke, deket Pak RT, deket Pak Andri Marta pula. Kalau nggak kita rawat bener-bener, malah jadi nggak enak sendiri nanti.” Kalimat itu benar-benar bikin kami makin semangat. Memang benar, posko yang bersih itu cerminan diri kita. Malu rasanya kalau kami mengajak warga hidup sehat, tapi markas kami sendiri yang posisinya “strategis” ini tidak dijaga.

Di tengah keriuhan itu, kami juga banyak tertawa. Ternyata, kerja bakti ini jadi ajang “pendekatan” yang paling ampuh buat kami sekelompok. Kami jadi tahu siapa yang paling detail kalau bersih-bersih sampai ke sudut-sudut kecil, dan siapa yang bagian jadi seksi hiburan biar suasana nggak garing. Aksi resik-resik ini juga disambut hangat oleh Bapak Lurah Korpri Raya. Beliau merasa senang melihat semangat anak-anak muda yang mau peduli dengan lingkungannya sejak hari pertama. Begitu pun dengan Pak Andri Marta selaku DPL kami, yang selalu mengingatkan bahwa kenyamanan posko adalah kunci agar ide-ide program kerja kami mengalir lancar.
Kini, posko kami sudah jauh lebih rapi dan makin nyaman. Ruangan yang luas ini sekarang sudah siap jadi saksi bisu perjuangan kami di Korpri Raya 2. Perjalanan KKN Unila 2026 ini memang masih panjang, tapi dengan memulai dari lingkungan yang bersih dan rasa syukur, kami yakin setiap langkah ke depan akan terasa lebih mantap.
