Bandar lampung, 28 Januari 2026
Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelurahan Penengahan Raya telah menyelesaikan secara keseluruhan program kerja pemasangan lubang resapan biopori sebagai upaya mitigasi banjir di wilayah permukiman. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari tahap awal yang sebelumnya dilaksanakan di beberapa titik rawan banjir, dan pada hari ini dinyatakan telah mencapai tahap akhir dengan selesainya seluruh titik pemasangan yang telah direncanakan.
Pemasangan biopori tahap final dilaksanakan di titik rawan banjir yang berada di sekitar Masjid Sunan Kalijaga. Lokasi ini dipilih karena sering mengalami genangan air saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, sehingga memerlukan penanganan khusus untuk meningkatkan daya resap tanah. Pada titik ini, seperti halnya di lokasi lainnya, pemasangan dilakukan secara terstruktur agar memberikan dampak yang maksimal terhadap pengurangan genangan air.

Secara keseluruhan, pemasangan biopori telah dilakukan di beberapa wilayah prioritas, meliputi RT 01 Lingkungan 02, RT 02 Lingkungan 02, serta titik terakhir di sekitar Masjid Sunan Kalijaga. Di setiap titik rawan banjir tersebut dipasang sebanyak tiga pasang lubang biopori, sehingga total lubang resapan yang dibuat mampu meningkatkan kapasitas infiltrasi air hujan secara signifikan di masing-masing lokasi.
Seluruh lubang biopori dibuat dengan kedalaman sekitar 80 cm sesuai dengan standar teknis biopori, menggunakan alat bor tanah. Pemasangan tiga pasang biopori di setiap titik dilakukan untuk memastikan penyebaran resapan air yang merata, sehingga air hujan tidak terpusat pada satu lokasi saja dan dapat langsung terserap ke dalam tanah secara lebih efektif.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN dengan aparat kelurahan serta masyarakat setempat. Sejak tahap awal hingga tahap akhir, kegiatan ini mendapatkan dukungan dari Ibu Lurah Penengahan Raya, Linmas, Ketua Lingkungan, serta warga sekitar. Kolaborasi ini menjadi faktor pendukung utama dalam kelancaran dan keberhasilan pemasangan biopori di seluruh titik yang telah ditentukan.
Selain kegiatan pemasangan, mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan singkat kepada masyarakat mengenai fungsi dan manfaat biopori, termasuk cara perawatannya. Masyarakat diarahkan untuk menjaga lubang biopori tetap berfungsi dengan baik, salah satunya dengan memanfaatkan sampah organik sebagai bahan isian, sehingga biopori tidak hanya berfungsi sebagai resapan air tetapi juga membantu memperbaiki struktur tanah.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi, terutama di titik terakhir sekitar Masjid Sunan Kalijaga. Warga menyambut positif pemasangan tiga pasang biopori di setiap titik karena dinilai mampu memberikan solusi nyata terhadap permasalahan banjir yang selama ini terjadi. Dukungan masyarakat ini menjadi modal penting bagi keberlanjutan program pengelolaan lingkungan ke depannya.
Dengan selesainya seluruh rangkaian pemasangan biopori di setiap titik rawan banjir, kelompok KKN Kelurahan Penengahan Raya berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Pemasangan tiga pasang biopori di setiap lokasi diharapkan mampu mengurangi limpasan air hujan, menekan risiko banjir, serta mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih aman dan berkelanjutan.
