Serdang, 10 Januari 2026 – Tim KKN Universitas Lampung Desa Serdang 2 melakukan pendekatan yang berbeda dalam bersilaturahmi dengan masyarakat Dusun PGI. Alih-alih kunjungan formal, mahasiswa bergabung langsung dengan kegiatan pengajian rutin yang dipimpin oleh Bapak Amron selaku Kepala Dusun PGI, Jumat, 10 Januari 2026.
Strategi Membaur: Ikut Langsung Kegiatan Warga
Dalam upaya membaur dengan masyarakat sesuai pesan Kepala Desa, tim membagi diri mengikuti kegiatan pengajian yang terpisah antara ibu-ibu dan bapak-bapak. Mahasiswa putra mengikuti pengajian bapak-bapak di masjid bersama Pak Amron, sementara mahasiswa putri bergabung dengan kelompok pengajian ibu-ibu di kediaman Ibu Sarah, istri Kepala Dusun.
“Ini cara yang bagus untuk membaur. Daripada kunjungan formal yang kaku, lebih baik kita ikut kegiatan rutin warga. Jadi lebih akrab dan bisa ngobrol santai,” ungkap salah satu anggota tim.
Obrolan Hangat dengan Ibu-Ibu PKK

Di rumah Ibu Sarah, suasana hangat tercipta saat mahasiswa putri berbincang dengan ibu-ibu seputar kehidupan sehari-hari dan kegiatan desa. Di sela-sela pengajian, berbagai informasi penting tentang agenda desa tersampaikan secara natural.
Ibu-ibu menginformasikan adanya perayaan Hari Santri Nasional pada 23 Januari 2026 mendatang. “Nanti tanggal 23 ada perayaan Hari Santri. Per dusun diminta bikin nasi kotak, minimal 20 kotak. Sekalian ada santunan juga,” jelas salah satu ibu.
Informasi ini menjadi kesempatan bagi tim KKN untuk terlibat dalam kegiatan besar desa yang melibatkan seluruh dusun. Selain itu, mahasiswa juga mendapat informasi tentang pengajian rutin yang diadakan setiap hari Minggu, serta jadwal posyandu yang akan dilaksanakan pada 13 Januari 2026 di Edelweis, dilanjutkan di Balai Desa.
Membangun Relasi Lebih Dari Sekadar Program
Kunjungan yang tidak terstruktur ini justru memberikan nilai lebih bagi mahasiswa. Dengan ikut langsung dalam kegiatan keagamaan, mahasiswa tidak hanya mendapat informasi, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
“Ibu-ibu di sini sangat ramah dan terbuka. Mereka dengan senang hati berbagi informasi tentang kegiatan desa dan bahkan mengajak kami untuk ikut terlibat. Ini yang namanya membaur yang sesungguhnya,” ungkap salah satu mahasiswi dengan antusias.
Pendekatan ini sejalan dengan pesan yang terus ditekankan oleh pemerintah desa: bahwa kunci kesuksesan KKN bukan hanya pada program yang dilaksanakan, tetapi pada seberapa dalam mahasiswa bisa membaur dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Agenda Kolaborasi ke Depan
Dari pertemuan informal ini, tim KKN mendapatkan beberapa agenda penting yang bisa menjadi peluang kolaborasi:
- Pengajian rutin setiap hari Minggu
- Posyandu pada 13 Januari di Edelweis dan Balai Desa
- Perayaan Hari Santri Nasional pada 23 Januari dengan program nasi kotak dan santunan
Tim berkomitmen untuk aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut sebagai bentuk kontribusi dan upaya membangun relasi yang kuat dengan masyarakat Dusun PGI.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Amron dan Ibu Sarah yang sudah mengajak kami ikut pengajian. Ini pengalaman berharga dan membuka jalan bagi kami untuk lebih dekat dengan warga. Ke depannya, kami akan terus mengikuti kegiatan rutin seperti ini,” pungkas koordinator tim.
Dengan pendekatan membaur yang autentik, Tim KKN Desa Serdang 2 semakin mantap dalam menjalin hubungan baik dengan masyarakat, tidak hanya di Dusun 2A dan 2B, tetapi juga di wilayah PGI yang menjadi bagian dari tanggung jawab mereka.

