Jumat, 23 Januari 2026, mahasiswa KKN Kupang Teba 2 melaksanakan dua program kerja dalam satu hari. Kegiatan diawali dengan mengikuti program Jumat Bersih yang merupakan agenda rutin kelurahan di wilayah Kelurahan Kupang Teba. Sejak pukul 07.00 hingga 08.45 WIB, mahasiswa bersama warga membersihkan rerumputan serta aliran sungai di sekitar lingkungan Kupang Teba sebagai upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Setelah kegiatan Jumat Bersih selesai, mahasiswa melanjutkan agenda berikutnya dengan berangkat menuju KWT Kupang Teba pada pukul 09.00 WIB. Mahasiswa terlebih dahulu mengangkut perlengkapan dan bahan program kerja dari posko menuju lokasi KWT menggunakan kendaraan roda dua. Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan perkenalan singkat dan koordinasi bersama anggota KWT sebelum pelaksanaan program kerja yang telah disepakati.
Program kerja pertama yang dilaksanakan adalah Taman Gizi Keluarga dengan konsep penanaman secara vertikal yang dikoordinatori oleh Syandra Zafira dan Khoirudin Nasution. Kegiatan diawali dengan penjelasan singkat mengenai alur program, kemudian dilanjutkan dengan pemindahan bibit tanaman yang telah disemai ke dalam pot dari botol plastik air mineral bekas ukuran 1,5 liter yang dibagi menjadi dua bagian. Pot-pot tersebut kemudian digantung pada rak vertikal yang telah disiapkan oleh mahasiswa. Rak tanam ini juga dirancang dengan sistem pengairan otomatis menggunakan selang yang terhubung ke galon air, sehingga dapat membantu penyiraman tanaman saat kondisi kekurangan air.
Setelah program penanaman selesai, kegiatan dilanjutkan dengan program kerja kedua bertajuk “Dari Dapur Jadi Pupuk: Pelatihan Pembuatan Kompos dari Sampah Rumah Tangga” yang dikoordinatori oleh Aura Aprilia dan Rora Zaqilla Flowrent. H. Program ini diawali dengan penjelasan singkat mengenai manfaat kompos, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pupuk dari bahan organik seperti sisa sayuran, kulit buah, dan dedaunan. Kompos yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai media tanam maupun dijual kembali, sekaligus menjadi alternatif pengganti pupuk kimia agar hasil tanaman lebih sehat dan aman dikonsumsi, serta membantu mengurangi permasalahan sampah rumah tangga di lingkungan sekitar.

