Kegiatan KKN Tematik Universitas Lampung di Pekon Tritunggal Mulya memasuki babak yang sangat krusial bagi kesejahteraan warga. Setelah sukses membekali ibu-ibu dengan keterampilan membuat nugget jagung mocaf, mahasiswa melanjutkan agenda dengan layanan kesehatan. Kediaman Ibu Yuniarsih yang semula menjadi dapur kreasi, kini bertransformasi menjadi posko skrining kesehatan sementara. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi fisik para ibu yang menjadi pilar keluarga. Mahasiswa kedokteran dalam tim KKN bersiap dengan peralatan medis lengkap untuk melayani antusiasme warga yang hadir. Integrasi antara edukasi gizi dan pemeriksaan medis ini bertujuan menciptakan masyarakat yang sehat secara menyeluruh. Pendekatan dua arah ini terbukti sangat efektif dalam menarik minat ibu-ibu untuk lebih peduli pada diri sendiri.
Sesi kesehatan diawali dengan penjelasan singkat mengenai korelasi antara pola makan dan risiko penyakit degeneratif. Mahasiswa menekankan bahwa penggunaan tepung mocaf pada nugget jagung bukan sekadar inovasi rasa, melainkan pilihan medis yang lebih aman. Kandungan indeks glikemik yang lebih rendah pada mocaf sangat membantu dalam menjaga kestabilan kadar gula darah. Ibu-ibu mendengarkan dengan seksama sambil menunggu giliran pemeriksaan tekanan darah dan pengecekan laboratorium sederhana. Banyak dari mereka mulai menyadari bahwa keluhan kesehatan selama ini berkaitan erat dengan asupan karbohidrat berlebih. Diskusi ini menjadi jembatan ilmu yang sangat bermanfaat sebelum mereka melakukan konsultasi privat dengan mahasiswa medis. Pemahaman tentang “Sehat Luar Dalam” pun mulai tertanam kuat di benak setiap peserta yang hadir.
Antrean pemeriksaan darah di teras rumah Ibu Yuniarsih berlangsung dengan tertib dan penuh rasa kekeluargaan. Mahasiswa secara bergantian melakukan penusukan jarum halus untuk mengambil sampel darah guna mengecek kadar kolesterol dan asam urat. Hasil dari alat cek cepat tersebut langsung keluar dalam hitungan detik sehingga bisa langsung didiskusikan. Sebagian besar ibu-ibu mengaku merasa cemas namun penasaran dengan angka-angka yang muncul di layar alat medis. Mahasiswa dengan sabar menenangkan para peserta agar tekanan darah yang diukur tetap berada dalam kondisi normal. Kehadiran alat-alat medis modern di tengah desa ini memberikan kemudahan akses yang sangat disyukuri oleh warga. Suasana yang akrab membuat prosedur medis yang biasanya menegangkan menjadi jauh lebih santai bagi mereka.
Keluhan kesehatan yang disampaikan oleh ibu-ibu Pekon Tritunggal Mulya ternyata cukup beragam dan memerlukan perhatian khusus. Banyak di antara mereka yang mengeluhkan sering mengalami nyeri sendi, kesemutan, hingga pusing yang berkepanjangan. Mahasiswa kedokteran mendengarkan setiap keluhan dengan penuh empati sambil mencatat riwayat kesehatan singkat para peserta. Keluhan-keluhan ini kemudian dianalisis berdasarkan hasil cek darah yang telah dilakukan sebelumnya oleh tim medis. Ternyata, pola aktivitas fisik dan kebiasaan mengonsumsi makanan berminyak menjadi faktor pemicu utama keluhan tersebut. Konsultasi ini menjadi ruang aman bagi para ibu untuk bertanya tanpa merasa takut atau dihakimi. Penanganan yang humanis dari mahasiswa mampu membangkitkan rasa percaya diri warga untuk mulai berbenah pola hidup.
Upaya menghidupkan kembali UPPKA di pekon ini diperkuat dengan landasan bahwa anggota yang produktif adalah anggota yang sehat. Mahasiswa mengingatkan bahwa kelompok usaha ini tidak akan berjalan maksimal jika penggeraknya sering mengalami gangguan kesehatan. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan ini menjadi syarat mutlak dalam manajemen sumber daya manusia di tingkat desa. Ibu-ibu diingatkan untuk saling memantau kondisi kesehatan sesama anggota kelompok saat sedang melakukan kegiatan produksi. UPPKA diharapkan tidak hanya menjadi wadah mencari keuntungan finansial, tetapi juga menjadi komunitas pendukung kesehatan. Semangat kewirausahaan yang digelorakan harus dibarengi dengan kebugaran fisik yang mumpuni agar usaha tetap berkelanjutan. Sinergi antara ekonomi dan kesehatan inilah yang menjadi misi utama mahasiswa KKN Unila di sini.
Ibu Yuniarsih sebagai tuan rumah menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas inisiatif ganda yang dilakukan mahasiswa hari ini. Beliau melihat bahwa warganya menjadi lebih terbuka dan berani untuk mengonsultasikan masalah kesehatan yang selama ini dipendam. Kegiatan di kediamannya tersebut dianggap sebagai momentum kebangkitan bagi kesejahteraan fisik dan ekonomi para ibu pekon. Para mahasiswa juga memberikan tips olahraga ringan yang bisa dilakukan di sela-sela kesibukan mengurus rumah tangga. Langkah sederhana seperti peregangan saat memasak atau mengurangi konsumsi garam mulai dijanjikan oleh para peserta. Transformasi perilaku ini merupakan target jangka panjang yang ingin dicapai dari program pengabdian masyarakat tersebut. Kebahagiaan terlihat jelas saat para ibu merasa tubuhnya diperhatikan dan masa depannya terjamin secara ekonomi.
Rangkaian acara ditutup dengan pembagian hasil rekam medis sederhana yang bisa dibawa pulang oleh masing-masing peserta. Mahasiswa memberikan rujukan verbal bagi mereka yang memiliki hasil pemeriksaan di atas batas normal untuk segera ke puskesmas. Program cek darah ini menjadi pelengkap sempurna setelah workshop pembuatan nugget jagung mocaf yang inovatif. Pekon Tritunggal Mulya kini memiliki arah baru dalam membangun kemandirian desa melalui sektor pangan dan kesehatan. Mahasiswa KKN Unila berharap ilmu yang dibagikan di kediaman Ibu Yuniarsih dapat terus diamalkan secara konsisten. Perpisahan kegiatan hari itu diwarnai dengan komitmen bersama untuk menjaga keaktifan UPPKA yang telah dibangkitkan. Pengabdian ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas disiplin ilmu mampu membawa perubahan nyata di tingkat masyarakat.
