
Desa Gebang, 26 Januari 2026
Kesibukan tampak berbeda di Posko KKN Kolaborasi Unila dan Untirta di Desa Gebang hari ini. Para mahasiswa dari dua universitas besar tersebut terlihat bahu-membahu merakit perangkat teknis yang krusial bagi kesehatan warga: sebuah alat fogging (pengasapan) mandiri.
Perakitan yang dilakukan langsung di pusat kegiatan mahasiswa (posko) ini merupakan respon cepat terhadap tingginya laporan warga yang terjangkit penyakit malaria di wilayah tersebut.Kondisi lingkungan Desa Gebang yang memiliki banyak titik genangan air menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi nyamuk pembawa malaria. Memanfaatkan area posko sebagai bengkel kerja darurat, para mahasiswa merakit komponen alat fogging dengan teliti. Proses ini menggabungkan keahlian teknis mahasiswa untuk memastikan tekanan asap dan suhu pembakaran aman untuk digunakan di sekitar rumah warga.
Langkah pengasapan ini diambil dengan tujuan utama:Eradikasi Vektor: Mematikan nyamuk Anopheles dewasa secara cepat di area terdampak.Respons Cepat Malaria: Menurunkan angka penularan malaria yang sedang meningkat di Desa Gebang.Demonstrasi Teknologi Tepat Guna: Menunjukkan kepada warga bahwa alat pencegah penyakit bisa dibuat secara mandiri dengan biaya yang terjangkau namun memiliki dampak besar. Alat yang dirakit di posko ini nantinya tidak hanya digunakan sekali saja. Mahasiswa berencana menghibahkan alat tersebut kepada pihak Desa Gebang agar operasional pencegahan malaria bisa dilakukan secara rutin oleh warga setelah masa KKN berakhir.
kegiatan perakitan alat fogging ini adalah untuk menyediakan solusi teknologi tepat guna yang mandiri dan ekonomis bagi masyarakat Desa Gebang guna memutus rantai penularan penyakit malaria melalui pembasmian nyamuk secara efektif, sekaligus sebagai wujud nyata kolaborasi mahasiswa KKN Unila dan Untirta dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lingkungan di lokasi pengabdian.

