KOTA/KECAMATAN : BANDAR LAMPUNG/TELUK BETUNG TIMUR
DESA : KETEGUHAN
KELOMPOK : KETEGUHAN 1
DPL : Siti Khoiriyah, S.H.I., M.H.
ANGGOTA:
1. Hizkia Aji Deksono 2314161047 Agronomi Dan Hortikultura (Koordinator Desa)
2. M. Ismat Zihnifikhar Ghazali 2312011302 Ilmu Hukum (Wakil Koordinator Desa)
3. Maritza Keisha Husin 2316031005 Ilmu Komunikasi (Sekretaris)
4. Rintan Maharani 2311031031 Akuntansi (Bendahara)
5. Salsabilla Octaviani 2351012001 Bisnis Digital (PDD)
6. Adinda Zahrina 2316011057 Sosiologi (PDD)
7. Febriyan Akbar 2255021016 Teknik Mesin (PDD)
8. Nabila Maharani Daulay 2318031036 Farmasi (Acara)
9. Hashell Athaillah Atmaji 2311012005 Bisnis Digital (Acara)
10. Rakha Luthfi Arifin 2351011004 Manajemen (Humas)
11. Zevany Cahaya Hasibuan 2318011137 Kedokteran (Humas)
12. Dita Wahyu Ernita 2314161031 Agronomi Dan Hortikultura (Konsumsi)
13. Annisa Fatieya Rahmah Diena Thyga Ariey Prakoso 2318011026 Kedokteran (Konsumsi)

Bandar Lampung, 23 Januari 2026 – Kelompok KKN Keteguhan 1 melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk Penguatan Peran Ibu dalam Penanganan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang ditujukan kepada relawan SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak). Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu ke-2 KKN, bertempat di Kantor Kelurahan Keteguhan, dengan jumlah peserta sebanyak 11 orang relawan SAPA.
Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas relawan SAPA dalam menangani kasus KDRT di wilayah Kecamatan Keteguhan, khususnya melalui penguatan peran ibu sebagai garda terdepan dalam perlindungan perempuan dan anak.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi awal mengenai hak-hak perempuan, yang bertujuan memberikan pemahaman dasar terkait perlindungan hukum, bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga, serta hak korban KDRT. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi interaktif yang membahas secara lebih mendalam mengenai langkah-langkah penanganan KDRT, mulai dari mengenali tanda-tanda kekerasan, tindakan awal yang dapat dilakukan, hingga mekanisme pelaporan dan pendampingan korban.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab secara interaktif, di mana para peserta aktif menyampaikan pertanyaan, pendapat, serta berbagi pengalaman terkait penanganan kasus KDRT di lingkungan masyarakat. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan edukasi dan pendampingan dalam penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan relawan SAPA memiliki pemahaman yang lebih komprehensif, sikap yang responsif, serta kesiapan dalam melakukan pendampingan terhadap korban KDRT, sehingga mampu berkontribusi secara aktif dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus KDRT di Kecamatan Keteguhan.
