Bumi Raya, Rabu, 4 Februari 2026
Sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Bumi Raya PM melaksanakan kegiatan Sosialisasi Resistensi Antibiotikyang bertempat di Kantor Kelurahan Bumi Waras. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN di bidang kesehatan masyarakat yang berfokus pada edukasi promotif dan preventif terkait penggunaan antibiotik di lingkungan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK Kelurahan Bumi Waras serta didukung oleh aparat kelurahan setempat. Sosialisasi menghadirkan apt. Ihsanti Dwi Rahayu, M.S.Farm sebagai pemateri utama yang menyampaikan materi secara sistematis, komunikatif, dan mudah dipahami oleh peserta. Agenda ini juga dihadiri oleh Husni Zuhad Pratamaselaku Koordinator KKN Desa Bumi Raya PM dan Khairinnur Annastasya selaku Sekretaris KKN Desa Bumi Raya PM sebagai bentuk dukungan dan keterlibatan aktif mahasiswa KKN dalam kegiatan edukasi kesehatan masyarakat.
Dalam penyampaian materi, pemateri terlebih dahulu menjelaskan pengertian antibiotik sebagai obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Dijelaskan pula bahwa antibiotik memiliki fungsi utama untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri di dalam tubuh, sehingga penggunaannya harus tepat sasaran dan sesuai dengan indikasi medis. Pemateri menegaskan bahwa antibiotik tidak efektif untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti flu, batuk, dan demam biasa.
Selanjutnya, pemateri menjelaskan secara rinci mengenai mekanisme terjadinya resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri mengalami perubahan sehingga menjadi kebal terhadap antibiotik yang sebelumnya efektif. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, antara lain penggunaan antibiotik tanpa resep tenaga kesehatan, tidak menghabiskan antibiotik sesuai anjuran, penggunaan dosis yang tidak tepat, serta kebiasaan menyimpan dan menggunakan kembali sisa antibiotik. Apabila resistensi terjadi, infeksi akan menjadi lebih sulit diobati dan memerlukan pengobatan yang lebih lama serta berisiko menimbulkan komplikasi.
Pemateri juga menyampaikan dampak resistensi antibiotik bagi kesehatan masyarakat, seperti meningkatnya risiko kegagalan pengobatan, perpanjangan masa sakit, serta meningkatnya biaya pengobatan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan antibiotik secara bijak, hanya berdasarkan resep tenaga kesehatan, serta mematuhi aturan pakai yang diberikan.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Ibu-ibu PKK Kelurahan Bumi Waras tampak antusias mengikuti kegiatan dan aktif mengajukan pertanyaan terkait kebiasaan penggunaan antibiotik di lingkungan keluarga. Pemateri memberikan contoh-contoh nyata yang sering terjadi di masyarakat sehingga materi dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan sosialisasi resistensi antibiotik ini, diharapkan ibu-ibu PKK Kelurahan Bumi Waras dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan antibiotik yang tepat dan bertanggung jawab. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam keluarga serta disebarluaskan kepada masyarakat sekitar sebagai upaya pencegahan resistensi antibiotik di lingkungan Kelurahan Bumi Waras.
Sebagai penutup, mahasiswa KKN Desa Bumi Raya PM menyampaikan ucapan terima kasih kepada apt. Ihsanti Dwi Rahayu, M.S.Farm, pihak Kelurahan Bumi Waras, serta ibu-ibu PKK yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosialisasi ini. Diharapkan kegiatan edukasi kesehatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
