Sebagai bagian dari pengenalan wilayah dan pemetaan masalah lingkungan, kelompok mahasiswa KKN Universitas Lampung yang ditempatkan di Kelurahan Penengahan, Kecamatan Kedaton, melakukan kegiatan survei lapangan terkait isu banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 17 Juli 2025, dengan pendampingan langsung dari Ketua RT 05, Bapak Galih.

Survei dimulai dengan penelusuran beberapa titik rawan banjir di sekitar RT 05 dan sekitarnya. Dalam diskusi bersama Bapak Galih, diperoleh informasi bahwa banjir di wilayah Kelurahan Penengahan terjadi cukup sering, terutama saat hujan deras dengan intensitas tinggi. Salah satu penyebab utamanya adalah pendangkalan saluran air yang membuat aliran menjadi tersumbat.
Selain itu, tidak adanya lahan resapan air di sekitar permukiman turut memperparah kondisi banjir. Air hujan yang seharusnya terserap oleh tanah, justru langsung mengalir ke permukiman warga. Meski banjir biasanya hanya berlangsung sekitar 15 hingga 20 menit, namun dampak yang ditimbulkan cukup serius karena lumpur yang terbawa sangat banyak dan bisa mencapai tinggi dada orang dewasa.

Bapak Galih juga mengungkapkan bahwa air banjir kerap datang dari wilayah yang lebih tinggi, dan mirisnya, banyak sampah yang terbawa berasal dari kelurahan lain. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dari wilayah sekitar turut memperburuk kondisi lingkungan di Kelurahan Penengahan.
Kegiatan survei ini menjadi bagian penting dari program kerja awal mahasiswa KKN dalam memahami kondisi dan kebutuhan lingkungan masyarakat. Dengan informasi yang diperoleh secara langsung di lapangan, mahasiswa dapat merancang program yang lebih tepat sasaran dan relevan dengan permasalahan yang dihadapi warga.
Melalui survei ini, diharapkan mahasiswa KKN Universitas Lampung dapat turut memberikan kontribusi dalam upaya pengelolaan lingkungan, edukasi masyarakat, serta mendorong solusi berkelanjutan terkait masalah banjir di Kelurahan Penengahan.
