Bandar Lampung, 29 Januari 2026
Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Penengahan Raya melaksanakan kegiatan survei Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tahap awal dalam perencanaan program kerja peningkatan keterlibatan (engagement) produk UMKM melalui pemanfaatan media sosial. Kegiatan survei ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi nyata pelaku UMKM di wilayah tersebut, khususnya terkait kepemilikan usaha, bentuk pemasaran yang telah dilakukan, serta kendala yang dihadapi dalam mengembangkan usaha mereka di era digital.
Pelaksanaan survei dilakukan dengan metode door to door ke setiap Rukun Tetangga (RT) yang ada di Kelurahan Penengahan Raya. Mahasiswa KKN mendatangi langsung rumah warga dan pelaku usaha untuk melakukan pendataan secara langsung agar informasi yang diperoleh lebih akurat dan sesuai dengan kondisi lapangan. Pendekatan ini dipilih untuk menjangkau seluruh pelaku UMKM, termasuk usaha skala rumah tangga yang belum terdata secara formal dan jarang terekspos dalam kegiatan pendampingan sebelumnya.
Dalam proses survei, kelompok KKN mengumpulkan data mengenai jenis usaha yang dijalankan, lama usaha berdiri, serta produk yang dihasilkan oleh masing-masing pelaku UMKM. Selain itu, mahasiswa juga mencatat jumlah pelaku UMKM di setiap RT sebagai dasar pemetaan potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan melalui program kerja KKN. Data tersebut nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Mahasiswa KKN juga menanyakan secara langsung terkait penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran produk UMKM. Beberapa pelaku usaha diketahui telah memiliki akun media sosial seperti WhatsApp, Instagram, atau Facebook, namun belum menggunakannya secara optimal untuk promosi. Sementara itu, terdapat pula pelaku UMKM yang belum memiliki media sosial sama sekali dan masih mengandalkan pemasaran konvensional dari mulut ke mulut.
Bagi pelaku UMKM yang telah memiliki media sosial dan aktif menggunakannya, mahasiswa KKN tidak melakukan pendampingan yang bersifat berulang, melainkan hanya melakukan pengamatan dan pencatatan sebagai bahan evaluasi. Fokus utama pendampingan diarahkan kepada UMKM yang memiliki kendala lain dalam pemasaran, seperti keterbatasan pengetahuan dalam pembuatan konten, kurangnya media promosi visual, serta tidak adanya sarana pendukung seperti banner atau materi pemasaran sederhana.
Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM membutuhkan dukungan dalam pembuatan konten pemasaran yang menarik dan sesuai dengan karakter produk mereka. Oleh karena itu, kelompok KKN merancang program kerja berupa pembuatan banner usaha, desain konten promosi, serta pendampingan sederhana dalam pengelolaan media sosial. Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik produk UMKM dan memperluas jangkauan pemasaran kepada konsumen yang lebih luas.
Selain aspek teknis pemasaran, kegiatan survei ini juga menjadi sarana komunikasi dan pendekatan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat setempat. Interaksi langsung yang terjalin selama survei membantu membangun kepercayaan pelaku UMKM terhadap program kerja yang akan dilaksanakan. Dengan adanya komunikasi yang baik, pelaku UMKM diharapkan lebih terbuka dalam menyampaikan kebutuhan dan kendala yang mereka hadapi dalam mengembangkan usahanya.
Melalui kegiatan survei UMKM ini, kelompok KKN Penengahan Raya berharap program kerja peningkatan engagement produk UMKM melalui konten media sosial dapat berjalan secara tepat sasaran dan berkelanjutan. Data hasil survei menjadi landasan penting dalam perencanaan dan pelaksanaan program, sehingga pendampingan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM dan mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan ekonomi lokal di Kelurahan Penengahan Raya.
