
Laporan Harian Kegiatan KKN Desa Marga Kaya
Pada hari Minggu 11 Januari 2026, tim KKN melaksanakan kegiatan observasi dan pengumpulan data terkait kondisi kesehatan masyarakat serta pemanfaatan lingkungan di Desa Marga Kaya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran awal mengenai permasalahan kesehatan dan lingkungan yang ada di desa sebagai dasar perencanaan program kerja selanjutnya.
Berdasarkan hasil pengamatan dan penelusuran data lapangan, ditemukan bahwa isu kesehatan masyarakat masih menjadi perhatian, khususnya terkait stunting pada ibu hamil dan balita, serta kasus penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC). Selain itu, mekanisme pelayanan kesehatan melalui Posyandu desa masih berjalan, dengan keterlibatan sejumlah kader yang aktif serta bidan desa yang secara rutin mengikuti kegiatan. Peran Puskesmas juga cukup terlihat melalui kegiatan kunjungan ke desa, salah satunya berupa pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Selain fokus pada aspek kesehatan, tim KKN juga melakukan survei lingkungan di Lahan Hunian Hijau Masyarakat (H2M) Desa Marga Kaya. Lahan H2M memiliki potensi yang cukup besar sebagai ruang hijau dan area rekreasi masyarakat karena terdapat berbagai jenis tanaman serta area bermain. Namun, berdasarkan hasil survei, pemanfaatan lahan H2M masih belum optimal dan belum diarahkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.
Kondisi lahan terpantau kurang terawat, terdapat genangan air di beberapa titik, serta pengelolaan lingkungan yang belum berjalan dengan baik. Selain itu, belum tersedia papan informasi tanaman pada setiap plot, sehingga masyarakat belum dapat mengenali jenis dan manfaat tanaman secara optimal. Hasil survei juga menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terkait pemilahan sampah masih tergolong rendah, yang berdampak pada kebersihan dan keberlanjutan pengelolaan lahan H2M.
Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa lahan H2M yang awalnya berfungsi sebagai ruang hijau dan area rekreasi memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sarana edukasi pertanian dan lingkungan melalui program yang terencana dan berkelanjutan. Data kesehatan dan lingkungan yang diperoleh pada kegiatan ini akan menjadi dasar perumusan program kerja KKN, khususnya pada bidang kesehatan masyarakat dan pengelolaan lingkungan desa.
