Kegiatan survei teknis lingkungan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 18 Januari, sebagai bagian dari rangkaian program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kelurahan Srengsem Lingkungan 2. Kegiatan ini difokuskan pada dua titik utama, yaitu pengukuran jaring gorong-gorong di RT 20 serta penentuan lokasi dan ukuran pemasangan rambu tanda bahaya di wilayah lereng atau daerah curam RT 18. Survei ini bertujuan untuk meminimalkan potensi bahaya lingkungan serta meningkatkan keselamatan masyarakat sekitar.
Kegiatan diawali dengan pengukuran jaring gorong-gorong yang berada di RT 20. Gorong-gorong tersebut berfungsi sebagai saluran utama aliran air, namun memiliki risiko tersumbat oleh sampah dan lumpur, terutama pada saat musim hujan. Oleh karena itu, dilakukan pengukuran panjang dan lebar gorong-gorong sebagai dasar penentuan ukuran jaring yang akan dipasang. Pengukuran dilakukan secara teliti agar jaring yang direncanakan dapat terpasang dengan baik, tidak menghambat aliran air, serta mampu menyaring sampah yang terbawa arus. Hasil pengukuran ini nantinya akan menjadi acuan dalam proses pembuatan atau pengadaan jaring gorong-gorong yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Setelah kegiatan di RT 20 selesai, survei dilanjutkan ke RT 18 yang memiliki kondisi geografis berupa lereng atau jalan dengan kontur yang cukup curam. Wilayah ini dinilai memiliki potensi bahaya, terutama bagi pejalan kaki dan pengendara, khususnya saat kondisi hujan atau pada malam hari. Pada lokasi ini, dilakukan pengamatan langsung untuk menentukan titik paling strategis dalam pemasangan rambu tanda bahaya. Penentuan lokasi mempertimbangkan jarak pandang pengguna jalan, tingkat kemiringan lereng, serta posisi yang mudah terlihat oleh masyarakat yang melintas.
Selain menentukan lokasi, dilakukan pula pengukuran ukuran rambu tanda bahaya yang akan dipasang. Ukuran rambu disesuaikan agar cukup besar sehingga dapat terbaca dengan jelas, namun tetap proporsional dan tidak mengganggu estetika lingkungan sekitar. Pengukuran ini menjadi aspek penting agar rambu dapat berfungsi secara optimal sebagai peringatan dini bagi masyarakat.
Melalui kegiatan survei teknis lingkungan ini, diharapkan upaya pencegahan risiko dapat dilakukan secara lebih terencana dan tepat sasaran. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat RT 20 dan RT 18, serta mendukung terciptanya keselamatan bersama di wilayah Kelurahan Srengsem Lingkungan 2.

