Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa disambut secara hangat oleh pihak Desa Negara Ratu 2. Sekretaris Desa, Muhibbat At Thabary, menyampaikan sambutan sekaligus arahan awal mengenai kondisi desa, potensi yang dimiliki, dan harapan masyarakat terhadap kegiatan KKN. Penyambutan ini menjadi titik awal bagi mahasiswa untuk lebih memahami karakteristik desa serta menjalin komunikasi yang baik dengan warga setempat sebelum melaksanakan survey dan pemetaan potensi desa.

Mahasiswa KKN kemudian melaksanakan kegiatan survey dan pemetaan potensi Desa Negara Ratu 2 sebagai langkah awal dalam perencanaan program kerja selama masa pengabdian. Desa Negara Ratu merupakan desa dengan wilayah administratif yang terdiri dari 14 dusun, dengan karakter wilayah didominasi oleh pemukiman, pertanian, dan perkebunan.
Hasil survey menunjukkan bahwa Desa Negara Ratu memiliki berbagai potensi unggulan, salah satunya adalah kerajinan gerabah yang telah dipasarkan hingga luar provinsi bahkan mancanegara. Namun, potensi tersebut masih belum dikenal secara luas di tingkat Provinsi Lampung, sehingga diperlukan strategi promosi dan pengembangan lebih lanjut.
Di sektor pertanian dan perikanan, desa ini didukung oleh keberadaan Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) seluas kurang lebih 60 hektar, yang berfokus pada pengembangan hasil pertanian, penyediaan bibit unggul seperti padi, kopi, lada, serta pengelolaan balai jagung. Selain itu, terdapat balai pembenihan ikan yang saat ini mengembangkan ikan air tawar dan ikan hias dengan bibit bersertifikat dan kualitas unggul.
Keunggulan Desa Negara Ratu lainnya adalah sistem irigasi mandiri yang didukung oleh keberadaan embung, sehingga masyarakat dapat melakukan kegiatan pertanian tanpa bergantung pada musim hujan maupun kemarau. Saat ini, masyarakat tengah menanam berbagai komoditas seperti pala, singkong, jagung, serta tanaman hortikultura berupa blewah, semangka, dan timun suri.
Dari sisi pengembangan wilayah, Desa Negara Ratu memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai desa agrowisata, sejalan dengan arahan pemerintah daerah yang mendorong konsep agro-eduwisata. Beberapa lahan pertanian dengan luas mencapai 20 hektar telah direncanakan untuk mendukung pengembangan tersebut, meskipun beberapa fasilitas wisata seperti Bendungan Ratu masih memerlukan pengelolaan yang lebih optimal.
Survey juga mencatat kondisi sosial kemasyarakatan Desa Negara Ratu yang terdiri dari sekitar 280 Kepala Keluarga, dengan fasilitas pendidikan berupa satu Sekolah Dasar dan satu pondok pesantren besar. Kegiatan kemasyarakatan seperti gotong royong telah terjadwal secara rutin, didukung oleh kader Posyandu anak dan lansia. Namun demikian, terdapat beberapa permasalahan sosial yang menjadi perhatian, seperti kurangnya aktivitas Karang Taruna, indikasi pernikahan dini, serta keterbatasan pengembangan UMKM berbasis hasil pertanian.
Melalui kegiatan survey ini, mahasiswa KKN berharap dapat merancang program kerja yang tepat sasaran, berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi desa, serta peningkatan kesejahteraan warga Desa Negara Ratu selama masa pelaksanaan KKN berlangsung.
