Kemiling Permai, 29 Januari 2026 – Sebagai realisasi dari program pemberdayaan lingkungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan eco-enzyme di Aula Kelurahan Kemiling Permai. Kegiatan yang mengangkat tema “Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Produk Bernilai Guna” ini berhasil mengubah limbah kulit semangka dan kulit nanas menjadi produk, yaitu eco-enzyme yang dapat diolah sebagai pupuk tanaman cair, bahan baku sabun cuci tangan, hingga pembersih lantai. Pelatihan dirancang secara partisipatif untuk memastikan pemahaman dan keterampilan langsung warga dalam mengelola sampah organik rumah tangga.
Pelaksanaan diawali dengan sesi penyampaian materi yang memaparkan konsep dasar eco-enzyme, manfaatnya sebagai bioaktivator pupuk cair dan pembersih alami, serta potensi ekonominya. Untuk memaksimalkan keterlibatan, peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan warga umum dibagi menjadi empat kelompok kerja, masing-masing didampingi oleh dua orang mahasiswa KKN. Setiap kelompok menerima paket bahan baku yang terdiri dari 1,5 kg kulit buah cacah (campuran kulit nanas dan semangka), 500 gram gula merah, 3 liter air, serta jerigen fermentasi berkapasitas 5 liter.
Proses praktik dilaksanakan secara bertahap dengan panduan langsung dari mahasiswa. Warga secara aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan: melarutkan gula merah dengan air, memasukkan kulit buah secara bertahap ke dalam jerigen, hingga pengadukan awal untuk homogenitas. Seluruh kelompok berhasil memproduksi rata-rata 3 liter eco-enzyme per kelompok, dengan total 12 liter produk yang siap difermentasi selama 3 bulan.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk monitoring fermentasi kelompok selama 3 bulan ke depan. Di akhir sesi, peserta mendapatkan 100 ml produk jadi eco-enzyme yang telah difermentasi sebelumnya. Pembagian produk ini tidak hanya menjadi motivasi, tetapi juga bukti nyata potensi hasil olahan limbah. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menciptakan model ekonomi sirkular berbasis komunitas, di mana sampah organik diolah menjadi produk yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha mikro.
