Mahasiswa KKN Tematik Unila Pekon Tritunggal Mulya menggelar rapat koordinasi strategis bersama mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Pertemuan ini bertujuan untuk merencanakan acara jalan sehat sebagai momen perpisahan mahasiswa KKN Periode 1 tahun 2026. Agenda rapat dilaksanakan secara intensif selama tiga malam berturut-turut untuk memastikan seluruh kesiapan acara. Rangkaian koordinasi ini dimulai dari rapat perdana, pemaparan progres, hingga tahap fiksasi final. Seluruh rangkaian diskusi dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas utama lainnya. Pemilihan waktu malam dianggap paling efektif untuk menyatukan seluruh elemen panitia yang terlibat. Suasana malam di pekon menjadi saksi semangat kolaborasi antara dua universitas besar di Lampung ini.
Pelaksanaan rapat koordinasi ini sengaja dilakukan pada malam hari untuk menyelingi padatnya program kerja mahasiswa. Para mahasiswa tetap menjalankan tugas utama KKN Tematik mereka di siang hari dengan maksimal. Selain itu, waktu malam dipilih untuk menyesuaikan dengan jadwal kegiatan harian pemuda pekon setempat. Para pemuda biasanya baru memiliki waktu luang setelah menyelesaikan pekerjaan rutin mereka di ladang atau pasar. Pertemuan ini menjadi ruang diskusi yang produktif di tengah keheningan suasana malam desa. Mahasiswa dan pemuda saling bertukar pikiran dengan santai namun tetap fokus pada tujuan. Penyesuaian jadwal ini menunjukkan adanya rasa saling menghargai terhadap kesibukan masing-masing pihak.

Struktur kepanitiaan jalan sehat ini melibatkan total 30 orang yang berasal dari berbagai latar belakang. Mayoritas anggota panitia merupakan gabungan dari mahasiswa KKN Unila dan mahasiswa KKN UMPRI. Kolaborasi lintas kampus ini menciptakan dinamika kelompok yang sangat kreatif dalam menyusun konsep acara. Setiap mahasiswa membawa pengalaman dan perspektif berbeda dari almamater masing-masing untuk memperkaya program. Meskipun berasal dari institusi berbeda, mereka mampu bekerja sama secara harmonis demi menyukseskan acara. Pembagian tugas dilakukan secara merata mulai dari bagian konsumsi, perlengkapan, hingga acara inti. Solidaritas yang terbangun dalam kepanitiaan ini menjadi modal utama kelancaran persiapan jalan sehat.
Terkait aspek keamanan dan ketertiban acara, panitia sepakat untuk menyerahkannya sepenuhnya kepada pemuda desa. Para pemuda Pekon Tritunggal Mulya dianggap lebih memahami medan dan kondisi sosial di lingkungan mereka. Pelibatan pemuda dalam bidang keamanan bertujuan untuk menciptakan rasa nyaman bagi seluruh peserta jalan sehat. Mahasiswa memberikan kepercayaan penuh kepada para pemuda untuk mengatur lalu lintas dan menjaga kondusivitas. Koordinasi antara mahasiswa dan pihak keamanan desa dilakukan secara mendalam pada saat rapat fiksasi. Langkah ini diambil agar mahasiswa dapat lebih fokus pada manajemen acara dan pelayanan warga. Kehadiran pemuda sebagai garda terdepan keamanan memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap acara ini.
Rapat perdana berfokus pada pembentukan struktur dan penentuan rute jalan sehat yang akan dilalui warga. Pada malam kedua, panitia membahas progres serta penyiapan doorprize menarik bagi masyarakat. Malam terakhir digunakan sebagai ajang fiksasi untuk memastikan seluruh detail teknis tidak ada yang terlewat. Setiap tahapan rapat menunjukkan kemajuan yang signifikan berkat komunikasi yang terjalin dengan sangat baik. Mahasiswa KKN Unila dan UMPRI secara bergantian memimpin jalannya diskusi agar tetap terarah. Mereka mencatat setiap masukan dari pemuda sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan rencana kegiatan. Kepastian seluruh aspek acara memberikan rasa optimis bagi panitia dalam menyambut hari pelaksanaan.

Acara jalan sehat ini diproyeksikan menjadi kado perpisahan yang manis bagi warga Pekon Tritunggal Mulya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa ingin meninggalkan kesan positif setelah mengabdi selama periode awal tahun 2026. Antusiasme yang ditunjukkan oleh 30 orang panitia menjadi sinyal kuat kesuksesan acara perpisahan ini. Kerja keras selama tiga malam koordinasi diharapkan membuahkan hasil berupa kegembiraan bagi seluruh masyarakat. Sinergi antara Unila, UMPRI, dan pemuda pekon membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci pembangunan desa. Masa KKN memang akan segera berakhir, namun hubungan baik yang tercipta akan tetap terkenang. Jalan sehat ini akan menjadi simbol kesehatan dan kebersamaan antara mahasiswa dan warga.
