
Pada Minggu, 25 Januari 2026, mahasiswa KKN kelompok kami di Desa Purwosari melaksanakan kegiatan uji coba pembuatan sabun cuci piring sebagai bagian dari persiapan program kerja sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan di posko KKN dengan tujuan memastikan bahwa proses pembuatan sabun dapat berjalan dengan baik, aman, serta menghasilkan produk yang layak digunakan sebelum diperkenalkan secara luas kepada warga desa.
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun cuci piring ini berasal dari bahan kimia yang dibeli melalui aplikasi Shopee. Pemilihan bahan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kualitas, keamanan penggunaan, serta kemudahan dalam memperoleh bahan tersebut di pasaran. Dengan demikian, diharapkan masyarakat nantinya dapat dengan mudah mengakses bahan baku apabila ingin memproduksi sabun secara mandiri.
Proses uji coba diawali dengan penyiapan alat dan bahan sesuai dengan takaran yang telah direncanakan. Mahasiswa bekerja secara sistematis, mulai dari penimbangan bahan, pencampuran larutan, hingga proses pengadukan yang dilakukan secara bertahap untuk memastikan semua bahan tercampur secara merata. Setiap tahapan dilakukan dengan hati-hati guna menghindari kesalahan komposisi yang dapat memengaruhi kualitas sabun yang dihasilkan.
Selama proses pembuatan, mahasiswa juga melakukan pengamatan terhadap tekstur, warna, dan tingkat kekentalan sabun cuci piring yang terbentuk. Hasil uji coba ini menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui apakah formula yang digunakan sudah sesuai atau masih perlu dilakukan penyesuaian sebelum kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dilaksanakan.
Kegiatan uji coba ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan produk sabun cuci piring, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami proses produksi sederhana berbasis bahan kimia. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program kewirausahaan masyarakat, khususnya dalam menciptakan peluang usaha rumahan yang bernilai ekonomis.
Melalui uji coba pembuatan sabun cuci piring ini, mahasiswa berharap dapat menghadirkan program sosialisasi yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan. Dengan adanya keterampilan produksi sabun cuci piring, masyarakat Desa Purwosari diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi tambahan serta meningkatkan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
