
Way Galih, 22 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung pada hari ini melaksanakan kegiatan uji pembuatan briket sebagai bahan bakar alternatif dengan memanfaatkan sekam padi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pemanfaatan limbah pertanian di Desa Way Galih, mengingat sekam padi selama ini tidak lagi dimanfaatkan oleh masyarakat setelah proses penggilingan beras.
Dalam kegiatan ini, sekam padi yang digunakan terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran, kemudian disangrai hingga berubah warna menjadi hitam legam. Proses penyangraian dilakukan sebagai tahap awal untuk menghasilkan bahan dasar briket yang siap diolah lebih lanjut.
Setelah proses penyangraian selesai, sekam padi yang telah menghitam dihaluskan dengan cara ditumbuk. Hasil tumbukan kemudian diayak untuk memisahkan bagian yang paling halus agar adonan briket memiliki tekstur yang lebih baik dan mudah dicetak.
Sekam padi halus selanjutnya diadon menggunakan air panas yang dicampurkan dengan tepung tapioka sebagai bahan perekat. Adonan diaduk hingga tercampur merata dan mencapai konsistensi yang cukup untuk dicetak. Proses pencetakan dilakukan menggunakan pipa berukuran kecil, kemudian hasil cetakan dikeringkan selama beberapa hari hingga briket siap digunakan.
Kegiatan uji pembuatan briket ini menunjukkan bahwa proses pengolahan limbah sekam padi dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah. Diharapkan, melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Way Galih dapat memanfaatkan limbah pertanian yang selama ini terabaikan menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.
