Jati Agung, 19 Januari 2026 — Pada tanggal 19 Januari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Sidoharjo melaksanakan program kerja besar pertama, yaitu Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Pestisida dan Insektisida Alami. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap permasalahan hama tanaman yang banyak dikeluhkan oleh petani, khususnya serangan ulat dan hama kebun lainnya yang berdampak pada hasil panen.
Untuk menunjang kualitas dan keilmuan kegiatan, mahasiswa KKN mengundang dosen-dosen dari Program Studi Kimia Universitas Lampung (UNILA) sebagai narasumber, yakni Ibu Dr. Yuli Ambarwati, S.Si., M.Si., Bapak Dr. Sony Widiarto, S.Si., M.Sc., Ibu Devi Nur Annisa, S.Pd., M.Sc., Bapak Dr. Syaiful Bahri, S.Si., M.Si., serta Ibu Hapin Afriyani, S.Si., M.Si. Kegiatan ini turut dihadiri oleh aparatur desa serta masyarakat Desa Sidoharjo yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi terkait konsep dasar pestisida dan insektisida alami, manfaat penggunaannya, serta perbedaannya dengan pestisida kimia. Para dosen menjelaskan bahwa pestisida nabati dapat menjadi alternatif yang lebih aman bagi lingkungan, tanah, serta kesehatan manusia, sekaligus dapat menekan biaya produksi pertanian.
Selanjutnya, para dosen mempraktikkan secara langsung proses pembuatan pestisida dan insektisida alami di hadapan peserta. Bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar desa, antara lain air rendaman daun pepaya, serai, tembakau, daun sirsak, bawang putih, lengkuas, jahe, air kelapa, serta air lindi sebagai bahan fermentasi. Proses peracikan dilakukan secara bertahap dengan penjelasan mengenai fungsi masing-masing bahan dan cara pengolahan yang tepat.
Selama praktik berlangsung, peserta terlihat antusias menyimak penjelasan dan turut serta mencoba proses pembuatan pestisida alami. Para dosen juga memberikan penjelasan mengenai dosis, cara penyimpanan, serta teknik pengaplikasian pestisida nabati pada tanaman agar hasil yang diperoleh lebih maksimal dalam mengendalikan hama, khususnya ulat tanaman.
Kegiatan ini dilengkapi dengan sesi tanya jawab, di mana para petani diberikan kesempatan untuk menyampaikan kendala yang mereka hadapi di lapangan. Diskusi berlangsung interaktif dan kondusif, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap inovasi pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dan mudah diterapkan secara mandiri.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai bentuk arsip kegiatan sekaligus simbol kolaborasi antara mahasiswa KKN, dosen, dan masyarakat Desa Sidoharjo.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN berharap dapat mendukung ketahanan pangan Desa Sidoharjo dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani dalam mengendalikan hama tanaman secara mandiri, ekonomis, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan hasil panen.
