Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di SDN 3 Pekon Tri Tunggal Mulya pada hari ini. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan keterampilan siswa sejak dini. Ada tiga program utama yang diusung, yakni sosialisasi pembuatan sabun, penanaman tanaman obat, dan edukasi gizi melalui program “Isi Piringku”. Kehadiran mahasiswa disambut dengan antusiasme tinggi oleh pihak sekolah maupun para siswa yang tampak bersemangat mengikuti seluruh rangkaian acara. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi pertama dimulai dengan praktik pembuatan sabun cair yang dipandu langsung oleh para mahasiswa di hadapan siswa-siswi kelas atas. Mahasiswa menjelaskan setiap tahapan proses pembuatan sabun dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Para siswa diberikan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana bahan-bahan dasar diolah hingga menjadi produk sabun yang siap digunakan. Edukasi ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kreativitas serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan. Dengan memiliki keterampilan ini, para siswa diharapkan bisa lebih mandiri dalam menjaga sanitasi diri di lingkungan sekolah maupun rumah.
Selanjutnya, kegiatan beralih ke area halaman sekolah untuk melakukan aksi penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) bersama-sama. Mahasiswa memperkenalkan berbagai jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, dan kencur beserta manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia. Siswa diajarkan cara menanam yang benar, mulai dari menyiapkan lubang tanam hingga teknik penyiraman yang tepat agar tanaman tumbuh subur. Program ini bertujuan untuk mendekatkan anak-anak dengan alam sekaligus mengenalkan konsep apotek hidup yang bisa dimanfaatkan saat darurat. Keberadaan taman obat di sekolah diharapkan menjadi sarana belajar hijau yang berkelanjutan bagi seluruh warga SDN 3 Tri Tunggal Mulya.

Tak kalah penting, edukasi mengenai pola makan sehat melalui program “Isi Piringku” juga menjadi agenda utama dalam kegiatan sosialisasi ini. Mahasiswa menggunakan alat peraga visual untuk menjelaskan porsi makanan yang ideal, yang terdiri dari karbohidrat, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan. Penjelasan ini sangat krusial mengingat masa pertumbuhan anak sekolah dasar memerlukan asupan gizi yang seimbang dan beragam. Para siswa diajak berinteraksi melalui tanya jawab mengenai jenis makanan sehat yang sering mereka konsumsi setiap hari. Pesan utama dari sesi ini adalah agar siswa mulai mengurangi konsumsi jajanan yang kurang sehat dan beralih ke makanan bergizi.
Kepala Sekolah SDN 3 Pekon Tri Tunggal Mulya memberikan apresiasi yang luar biasa atas inisiatif dan dedikasi yang ditunjukkan oleh tim KKN Unila. Beliau menyatakan bahwa program-program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan siswa dalam membentuk karakter yang peduli pada kesehatan lingkungan. Pihak sekolah merasa sangat terbantu dengan adanya transfer ilmu pengetahuan yang diberikan secara interaktif dan menyenangkan oleh para mahasiswa. Kerjasama seperti ini diharapkan dapat terus terjalin untuk memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di wilayah pedesaan. Kebahagiaan terpancar dari wajah para siswa saat sesi foto bersama dilakukan di akhir acara sebagai kenang-kenangan.

Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan pembagian produk sabun hasil praktik dan pemberian stiker edukasi kepada para siswa. Mahasiswa KKN Unila berharap apa yang telah dibagikan hari ini tidak hanya menjadi seremoni belaka, tetapi menjadi kebiasaan baru bagi siswa. Semangat gotong royong dan edukasi yang diberikan menjadi modal berharga bagi Pekon Tri Tunggal Mulya dalam mencetak generasi emas yang sehat. Keberhasilan acara ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dapat menciptakan perubahan nyata di tingkat akar rumput. Mahasiswa pun merasa bangga bisa berkontribusi langsung bagi kemajuan desa tempat mereka mengabdi selama masa KKN.
