Penengahan, Lampung Selatan, 18 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Lampung Tahun 2026 yang bertugas di Desa Padan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, mulai melaksanakan proses penataan ruang Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Uswatun Hasanah. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil koordinasi bersama pengelola TBM yang telah dilakukan sebelumnya, dengan tujuan menciptakan ruang baca yang lebih rapi, nyaman, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Proses penataan diawali dengan menyusun kembali tata letak rak buku, meja, kursi, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya sesuai dengan konsep yang telah disepakati bersama pengelola TBM. Mahasiswa juga mulai memasang berbagai hiasan dan media edukatif yang telah dipersiapkan pada tahap sebelumnya, seperti label rak, mading harapan, serta dekorasi dinding yang dirancang untuk menciptakan suasana ruang baca yang lebih menarik dan menyenangkan, terutama bagi anak-anak.
Dalam pelaksanaannya, seluruh anggota kelompok KKN bekerja sama membagi tugas agar proses penataan dapat berjalan secara efektif. Sebagian mahasiswa bertanggung jawab mengatur posisi rak dan fasilitas baca, sementara anggota lainnya memasang dekorasi serta memastikan setiap sudut ruangan tertata dengan baik. Penataan dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan pengunjung, kemudahan akses terhadap koleksi buku, serta pemanfaatan ruang yang lebih optimal.
Selain memperhatikan aspek estetika, mahasiswa juga mengutamakan fungsi dari setiap area yang ditata. Ruang baca dirancang agar memiliki alur yang lebih teratur sehingga pengunjung dapat mencari dan membaca buku dengan lebih mudah. Penempatan fasilitas juga disesuaikan untuk memberikan ruang gerak yang cukup bagi pengunjung, khususnya anak-anak yang menjadi salah satu pengguna utama Taman Bacaan Masyarakat Uswatun Hasanah.
Melalui kegiatan penataan ruang ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berharap TBM Uswatun Hasanah dapat berkembang menjadi sarana literasi yang lebih representatif dan nyaman bagi masyarakat Desa Padan. Proses penataan yang dilakukan secara bertahap ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas literasi desa sehingga keberadaan TBM tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menarik, edukatif, dan mampu menumbuhkan budaya gemar membaca di kalangan masyarakat.
